alexametrics

Harga BBM Naik Lalu Batal Berpotensi Berdampak Negatif ke Investor

loading...
Harga BBM Naik Lalu Batal Berpotensi Berdampak Negatif ke Investor
Ketidakpastian rencana kenaikan harga BBM Premium, dimana pada Rabu kemarin sempat disebut bakal naik hingga kemudian dibatalkan dinilai bisa menurunkan kepercayaan investor. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter pada hari Rabu (10/10) oleh pemerintah. Padahal di hari yang sama beberapa jam sebelumnya Menteri ESDM mengatakan tentang rencana kenaikan harga BBM Premium, dinilai oleh ekonom dapat berdampak negatif bagi investor karena menimbulkan ketidakpastian.(Baca Juga: Baru Diumumkan Naik, Presiden Minta Harga BBM Premium Dibahas Ulang)

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fahmy Radhi lebih lanjut menerangkan, hal itu bisa menunjukkan bahwa antar kementerian tidak kompak hingga bisa berdampak pada investor yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia. Tidak adanya komunikasi dan kekompakan antara Kementerian atau Lembaga dalam satu kebijakan bisa juga menurunkan kepercayaan investor

"Ini jelas sekali tidak ada komunikasi antar kementerian, dan jadi signal negatif untuk investor Asing. Karena tiba-tiba sejam kemudian, sudah dibatalkan sehingga bikin investor tidak yakin untuk masih. Ini harus dibenerin dan memberikan langkah segera," ujar Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fahmy Radhi dalam Talkshow Polemik Trijaya dengan topik 'BBM dan Situasi Kita' di Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Selain itu, ditambah saat ini Indonesia sedang menjadi tuan rumah ajang Internasional yakni pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali. Menurut Fahmy Radhi keputusan menaikkan harga BBM, untuk kemudian sejak kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kenaikan harga BBM Premium dibahas ulang menjadi kesan tidak baik di kalangan ekonomi dunia.

Apalagi tambah dia, Indonesia sedang coba meyakinkan investor dalam berinvestasi di Tanah Air. ''Jadi ini harusnya momentum yang baik dalam menaikkan harga BBM di depan para pelaku ekonomi dunia, jadi ini akan menyakinkan investor bukan memberikan dampak negatif," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa kenaikan BBM premium sejatinya perlu dilakukan agar tidak membuat defisit transaksi berjalan semakin lebar. Pasalnya apabila defisit semakin besar bisa berdampak pada sektor ekonomi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. "Ini saatnya naikan harga BBM karena costnya bisa terpental bila tidak dibenerin current accunt deficit. Ini adalah sistem ekonomi yang kompleks dan keseimbangan harus dilakukan," tandasnya.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak