alexametrics

Ekonom: Kenaikan Harga BBM Premium Bisa Menolong Rupiah

loading...
Ekonom: Kenaikan Harga BBM Premium Bisa Menolong Rupiah
Pemerintah memutuskan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium batal naik. Padahal, kenaikan harga premium menurut ekonom bisa menolong nilai tukar rupiah. Foto/Rina
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memutuskan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium batal naik. Padahal, kenaikan harga premium menurut ekonom bisa menolong nilai tukar rupiah yang hingga akhir pekan ini terus mengalami pelemahan.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fahmy Radhi menerangkan, kenaikan harga BBM yang sebelumnya sudah diputuskan oleh pemerintah, namun kemudian dibatalkan sejatinya dinilai bakal memberikan sinyal positif untuk rupiah. Hal ini lantaran, kenaikan harga minyak dunia ikut andil dalam mempengaruhi rupiah yang melemah.

"Padahal ini bisa membuat signal positif bagi rupiah, sebab rupiah itu penyebab melemah itu ada dua yakni ekternal dan internal. Mana yang paling besar syoknya kita sudah simulasikan yang paling besar itu adalah kenaikan harga minyak dunia," ujar Fahmy Radhi dalam Talkshow Polemik Trijaya dengan topik 'BBM dan Situasi Kita' di Jakarta, Sabtu (13/10/2018)

Lebih lanjut terang dia, karena itu menaikkan harga BBM premium bisa memotong subsidi migas sehingga memberikan keuntungan bagi sektor ekonomi. Apalagi, hal ini bisa mengurangi pemakaian premium yang disubsidi oleh pemerintah.

"Solusi itu subisidi dipotong, kalau enggak dilakukan ada disparitas harga internasional menimbullan dua hal yaitu penyelundupan, efek migrasi nonsubsisi ke subsidi serta menimbulkan lonjakan demand. Apabila dinaikkan bisa mengurangi pemakaian dan tidak membebani rupiah semakin dalam," jelasnya.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak