alexametrics

Pergerakan IHSG Sepanjang Pekan Kedua Oktober Meningkat 0,43%

loading...
Pergerakan IHSG Sepanjang Pekan Kedua Oktober Meningkat 0,43%
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini ditutup dengan peningkatan sebesar 0,43%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kedua Oktober 2018 ini ditutup dengan peningkatan sebesar 0,43% ke level 5,756.49 poin dari 5,731.93 poin pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar pada pekan ini juga mengalami lompatan sebesar 0,62% ke posisi Rp6,502.62 triliun dari Rp6,462.42 triliun pada pekan sebelumnya.

Sedangkan, untuk rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatkan 2,04 %menjadi 11,21miliar unit saham dari 10,99 miliar unit saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir mengalami penguatan 1,24% menjadi Rp7,05 triliun dari Rp6,96 triliun sepekan sebelumnya.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 7,90 persen menjadi 352,86 ribu kali transaksi dari 383,14 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya. "Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp4,16 triliun di sepanjang pekan ini dan investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp57,72 triliun," ujar perwakilan BEI dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Pada pekan kedua bulan Oktober, minat Perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di BEI tidak mengalami perubahan meski kondisi pasar cenderung fluktuatif. Terbukti pada pekan ini, 5 (lima) Perusahaan Tercatat resmi melantai di BEI. Diawali pada Selasa, (9/10) terdapat 2 (dua) Perusahaan, yaitu PT Propertindo Mulia Investama Tbk dengan kode saham MPRO dan PT HK Metals Utama Tbk dengan kode saham HKMU resmi tercatat di BEI sebagai Perusahaan Tercatat ke-41 dan ke-42 di tahun 2018.

Kemudian sehari berselang pada Rabu, (10/10) kembali 2 (dua) Perusahaan dicatatkan di BEI sebagai Perusahaan Tercatat ke-43 dan ke-44 di tahun ini, yaitu PT Jaya Bersama Indo Tbk dengan kode saham DUCK dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dengan kode saham GOOD. Sebagai Perusahaan Tercatat ke-45 pada tahun 2018 ini, PT Superkrane Mitra Utama Tbk dengan kode saham SKRN resmi dicatatkan pula pada Kamis (11/10). Dengan tambahan 5 (lima) Perusahaan Tercatat tersebut, sampai dengan saat ini BEI telah mencatatkan 607 (enam ratus tujuh) Perusahaan.

Pada Kamis (11/10), Sukuk Mudharabah Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry I Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry resmi tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp500 miliar, dengan tingkat Nisbah 15 persen setara 10 persen per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun.

Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap II Tahun 2018dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap II Tahun 2018(Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp832 miliar, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap II Tahun 2018 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp224 miliar.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 74 (tujuh puluh empat) Emisi dari 47 (empat puluh tujuh) Perusahaan Tercatat senilai Rp93,35 triliun. Dengan seluruh pencatatan pada pekan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 370 (tiga ratus tujuh puluh) emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp422,043 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 (seratus empat belas) Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 (sembilan puluh empat) seri dengan nilai nominal Rp2.298,50 triliun dan USD200 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 (sebelas) emisi senilai Rp10,16 triliun.

Dalam rangka meningkatkan literasi pasar modal terutama dikalangan akademisi, BEI kembali meresmikan Galeri Investasi BEI (GI BEI) di Universitas Wiralodra di Karanganyar Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Rabu (10/10). GI BEI Universitas Wiralodra merupakan kerja sama antara BEI, Universitas Wiralodra dan PT MNC Sekuritas.

Sampai dengan saat ini Galeri Investasi BEI di Indonesia berjumlah 405 (empat ratus enam) Galeri Investasi BEI, GI BEI Universitas Wiralodra merupakan Galeri ke-76 yang diresmikan di tahun ini dan merupakan Galeri Investasi ke-28 di Jawa Barat. Pendirian Galeri Investasi BEI bertujuan untuk pemasyarakatan dan edukasi pasar modal di lingkungan Universitas Wiralodra dan sekitarnya.

Pada Senin (8/10), Perdagangan BEI resmi dibuka dalam rangka Peluncuran Situs Web IDXChannel.TV dan Tampilan Baru IDX Channel. Seremoni tersebut dibuka oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Hoesen dan Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak