alexametrics

Perusahaan Raksasa Ritel AS, Sears Umumkan Bangkrut

loading...
Perusahaan Raksasa Ritel AS, Sears Umumkan Bangkrut
Perusahaan raksasa ritel toko serba ada asal Amerika Serikat (AS), Sears yang mendominasi mal-mal di Negeri Paman Sam -julukan AS- mengumumkan kebangkrutannya. Foto/Ilustrasi, Reuters
A+ A-
CHICAGO - Perusahaan raksasa ritel toko serba ada asal Amerika Serikat (AS), Sears yang mendominasi mal-mal di Negeri Paman Sam -julukan AS- mengumumkan kebangkrutannya. Sears Holdings yang juga memiliki Kmart mengajukan perlindungan dari kebangkrutan pada hari Senin hari ini.

Dilansir BBC, Senin (15/10) perusahaan yang bermarkas di Chicago tersebut telah mengalami kerugian mengikuti jejak peritel tradisional lainnya seiring meningkatkan persaingan dengan perusahaan online seperti Amazon. Sears sendiri telah menutup beberapa toko serta properti miliknya, setelah bergulat dengan utang lebih dari USD5 miliar.

Tercatat perusahaan asal Amerika Serikat yang didirikan sejak tahun 1886, telah mempekerjakan hampir sebanyak 90.000 orang di AS, meskipun angka tersebut lebih rendah dari lima tahun lalu yakni 246.000. Bahkan pada masa kejayaannya, Sears memiliki lebih dari 3.000 toko.

Sears tercatat menjadi perusahaan ritel terbesar di Amerika Serikat sebelum diambil alih oleh Walmart pada era 1980-an. Perusahaan mengajukan permohonan pailit setelah dilaporkan tidak dapat memenuhi pembayaran USD134 juta.

Perlindungan menunda kewajiban perusahaan AS kepada kreditornya, memberikan waktu untuk mengatur kembali utangnya atau menjual bagian-bagian bisnisnya. Eddie Lampert yang merupakan pemimpin eksekutif perusahaan, dan investor terbesar telah berusaha untuk merestrukturisasi utangnya untuk menghindari kebangkrutan.

Dalam sebuah pernyataan, dia berkata: "Selama beberapa tahun terakhir, kami telah bekerja keras untuk mengubah bisnis kami dan membuka kunci nilai aset kami. Meskipun telah membuat kemajuan, tapi rencana kami belum memberikan hasil yang diinginkan,".

Akhirnya Sears mengumumkan pengajuan kebangkrutan perusahaan, diikuti dengan menutup 142 toko yang tidak menguntungkan pada akhir tahun ini. Hal ini setelah Sears menutup 46 toko yang diumumkan sebelumnya pada November.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak