alexametrics

MNC Sekuritas Dukung Investival Festival Gaye Syariah 2018

loading...
MNC Sekuritas Dukung Investival Festival Gaye Syariah 2018
Kepala Kantor Perwakilan BEI Pontianak Taufan Febiola, Branch Manager MNC Sekuritas Pontianak Alfian Winata, Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak Ita Nurcholifah serta Wakil Dekan I IAIN Pontianak Syahbudi pada acara FEGAS 201
A+ A-
JAKARTA - Sesuai dengan komitmen untuk mewujudkan masyarakat yang melek pasar modal, MNC Sekuritas mendukung acara Investival "Festival Gaye Syariah (FEGAS) 2018". Festival yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak pada 15-21 Oktober 2018 ini mengusung tema "Cerdas Investasi Syariahku, Cerah Masa Depanku".

Acara ini dihadiri oleh 8.000 orang, baik dari kalangan umum maupun mahasiswa IAIN Pontianak. Branch Manager MNC Sekuritas cabang Pontianak Alfian Winata berharap, acara yang diselenggarakan setiap tahun ini mampu menggerakkan generasi milenial untuk lebih tertarik mengenal investasi di dunia saham sejak dini, khususnya investasi saham syariah.

"MNC Sekuritas merupakan satu dari beberapa saja perusahaan sekuritas di Bursa Efek Indonesia yang menyediakan platform untuk bertransaksi saham syariah secara online yaitu MNC Trade Syariah. MNC Trade Syariah dilengkapi dengan fitur-fitur memungkinkan nasabah untuk bertransaksi saham sesuai dengan prinsip syariah. Misalnya, pilihan saham yang tersedia adalah saham yang termasuk Daftar Efek Syariah serta tidak mengandung riba," kata Alfian dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/10/2018).

Selain itu, lanjutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk perkembangan pasar modal syariah. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia dan memiliki pangsa pasar modal syariah terbesar di dunia.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, nilai kapitalisasi pasar Indonesia tercatat sebesar Rp6.952 triliun atau sekitar USD502 miliar pada akhir tahun 2017. Jika dibandingkan dengan posisi produk domestik bruto (PDB) pada saat yang sama sebesar USD1.011 miliar, persentasenya masih di kisaran 50%.

Porsi ini masih sangat jauh tertinggal dibanding negara-negara lain, misalnya Thailand yang telah mencapai 100% terhadap PDB atau Malaysia yang sudah 150% terhadap PDB. Singapura bahkan telah mencapai 290% terhadap PDB.

"Kami melihat masih banyak ruang untuk pasar modal kita bertumbuh. Apalagi jika diimbangi dengan pengenalan kepada generasi milenial yang merupakan future investor kita," tutup Alfian.

Mayoritas investor pasar modal di Indonesia berasal dari generasi milenial. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, investor muda memiliki persentase paling tinggi sebesar 26,24%. Banyaknya generasi milenial yang terlibat dalam pasar modal semakin menunjukkan tingginya minat dalam berinvestasi saham.
(fjo)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak