alexametrics

IHSG Ditutup Kokoh ke Level 5.800, Bursa Asia Mixed

loading...
IHSG Ditutup Kokoh ke Level 5.800, Bursa Asia Mixed
IHSG pada sesi akhir perdagangan, Selasa (16/10/2018) ditutup semakin kokoh di zona hijau untuk mengiringi pergerakan mixed atau variatif bursa utama Asia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi akhir perdagangan, Selasa (16/10/2018) ditutup semakin kokoh di zona hijau untuk mengiringi pergerakan mixed atau variatif bursa utama Asia. Hari ini, IHSG berakhir menguat 73,561 poin atau 1.28% ke level 5.800,817.

Sebelumnya pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa saham dalam negeri meningkat 9,228 poin setara 0,161% menjadi 5.736,48 sedangkan pagi tadi, IHSG terpantau lebih tinggi 15,520 poin atau 0,27% di posisi 5.742,78 atau lebih baik dibandingkan penutupan Senin (15/10) yakni 5.727,27.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,29 triliun dengan 8,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp604,67 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,56 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,16 triliun. Tercatat sebesar 208 saham menguat, 202 melemah dan 121 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) bertambah Rp200 menjadi Rp1.005, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.800 menjadi Rp76.000 serta PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) meningkat Rp195 ke posisi Rp1.695.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp525 ke level Rp13.950, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp70 menjadi Rp1.350 dan PT BISI International Tbk. (BISI) berkurang Rp30 menjadi Rp1.520.

Di sisi lain pasar saham Asia bervariasi pada akhir perdagangan, Selasa setelah Wall Street tergelincir dalam sesi semalam di tengah ketegangan geopolitik antara Arab Saudi dan masyarakat internasional. Sementara itu harga minyak mentah dunia juga mendapatkan tekanan untuk jatuh lebih rendah pada hari kedua pekan ini.

Seperti dilansir CNBC, bursa saham di daratan China kehilangan keuntungan pada awal sesi untuk kemudian mendarat ke wilayah negatif. Komposit Shanghai jatuh mencapai sebesar 0,85% untuk kemudian menjadi ditutup ke level 2.546,33 sedangkan komposit Shenzhen turun 1,929% dan mengakhiri sesi menjadi 1.256,37.

Sedangkan indeks Hang Seng, Hong Kong terpantau bergerak naik turun yang pada sesi siang sempat memperlihatkan tren negatif. Namun mampu berbalik menguat pada detik terakhir dengan mendapatkan tambahan 17,20 poin atau 0,07% di posisi 25.462,26.

Tren pelemahan bursa saham China terjadi saat inflasi konsumen China pada bulan September naik 2,5% dibandingkan periode sama tahun lalu serta lebih tinggi 0,7% dari Agustus, berdasarkan rilis data pemerintah hari ini. Meski begitu inflasi produsen juga melambat dari kenaikan 4,1% pada Agustus yang diyakini menjadi indikasi melambatnya perekonomian di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS.

Berbanding terbalik, raihan positif justru dicetak indeks Nikkei Jepang usai melompat tinggi 1,25% menjadi 22.549,24 untuk mengiringi kenaikan indeks indeks Topix 0,74% hingga pada sesi penutupan berakhir di 1.687,91. Saham Softbank melambung dengan tambahan 3,62% menyusul kemerosotan kemarin.

Indeks Kospi di Korea Selatan berakhir cenderung datar di posisi 2.145,12. Lonjakan selanjutnya juga terlihat pada bursa saham Australia yakni ASX 200 usai meningkat sebesar 0,56% menjadi 5,869.9 pada sesi penutupan ditopang sebagian besar sektor yang cenderung lebih tinggi.

Subindex keuangan yang sangat rentan terlihat mencetak keuntungan 0,55% dengan bank-bank besar cenderung lebih tinggi di antaranya Perbankan Australia dan Selandia Baru Grup lebih tinggi 0,47% serta Commonwealth Bank of Australia naik 0,21% sementara National Australia Bank (NAB) naik 0,55%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak