alexametrics

Harga Ayam Rendah, Mendag Bakal Berlakukan Harga Acuan

loading...
Harga Ayam Rendah, Mendag Bakal Berlakukan Harga Acuan
Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Enggartiasto Lukita bakal menerapkan harga patokan untuk menanggulangi rendahnya harga ayam potong di pasaran. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Enggartiasto Lukita bakal menerapkan harga patokan untuk menanggulangi rendahnya harga ayam potong di pasaran. Menurut dia, pihaknya akan segera menerapkan harga net, agar para peternak tidak mempercepat penjualan ayam. Karena, bila para peternak khawatir harga akan terus turun, ditakutkan mereka memilih memanen ayamnya saat ini.

“Saya akan naikkan dulu. Harga net sudah ada di permendagnya,” kata Enggartiasto usai menerima gelar doktor honoris causa UPI, di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis (18/10/2018).

Bila peternak memanen ayam lebih cepat, kata dia akan menjadi persoalan di kemudian hari. Misalnya, banyaknya ayam yang dijual sebelum waktunya, akan mengurangi stok di masa yang akan datang. Khawatirnya, kelak akan terjadi kenaikan akibat terjadi kelangkaan. Enggar menegaskan, pihaknya tak hanya konsen mengatasi persoalan ketika harga ayam melambung, tetapi juga ketika harga ayam sangat rendah.

“Harga acuannya sudah kami sampaikan, kepada peternak dan petelur. Bahwa konsen kita tak hanya saat harga tinggi, tetapi juga saat harga jatuh. Kami naikkan harga jual mereka,” pungkas dia.

Diketahui, para peternak ayam saat ini menjerit. Mereka mengeluhkan harga pakan yang terus naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Sementara banyak bahan baku pakan yang didapat dari impor, seperti jagung.

Di sisi lain, tingginya harga pakan justru diiringi turunnya harga ayam. Saat ini, harga jual ayam ke penjual sekitar Rp13.000/kg. Pada harga normal Rp18.000/kg. Di tingkat pengecer, harga ayam potong di jual pada kisaran Rp33.000-Rp34.000/kg.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak