alexametrics

Dolar AS Terpukul Euro dan Pound Karena Persyaratan Brexit

loading...
Dolar AS Terpukul Euro dan Pound Karena Persyaratan Brexit
Dolar AS terpukul oleh euro dan poundsterling Inggris karena persyaratan penting Brexit. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Euro dan poundsterling Inggris menguat terhadap dolar Amerika Serikat, setelah Bloomberg melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May siap memenuhi permintaan penting Brexit sebagai bagian dari kesepakatan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

May, menurut seorang sumber, menyatakan bersedia memenuhi persyaratan soal perbatasan perdagangan Irlandia, yang selama ini telah menghalangi Inggris dan Uni Eropa dalam mencapai kesepakatan.

Perunding Uni Eropa, Michel Barnier sebelumnya mengatakan kesepakatan Brexit sudah rampung 90%, tetapi ia memperingatkan bisa terjadi kegagalan terutama soal penyelesaian perbatasan perdagangan Irlandia. Masalah ini sempat membuat euro dan poundsterling tertekan dalam sepekan terakhir.

Mengutip dari Reuters, Sabtu (20/10/2018), kabar tersebut membuat investor mengambil untung dengan membeli euro. Sehingga indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama jatuh 0,26% ke level 95,65.

Kondisi ini membuat mata uang tunggal euro naik ke level USD1,1503, setelah kemarin jatuh ke USD1,1433, level terendah sejak 9 Oktober. Poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3063, setelah sebelumnya berada di level terendah dua minggu di angka USD1,3009.

Dolar Kanada turun ke level terendah lima minggu setelah laporan inflasi Kanada dan data penjualan ritel lebih rendah dari yang diperkirakan. Sementara, Bank Sentral Kanada tidak mungkin melakukan kenaikan suku bunga lagi pada minggu depan untuk menaikkan inflasi.
(ven)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak