alexametrics

Budi Karya: Butuh Solusi dari Generasi Muda

loading...
Budi Karya: Butuh Solusi dari Generasi Muda
Menhub Budi Karya Sumadi memberikan ceramah kepada para wisudawan Universitas Brawijaya (UB) Malang soal peningkatan SDM. Foto/Koran SINDO/Yuswantoro
A+ A-
MALANG - Berbagai persoalan lalulintas, dan transportasi masal, membutuhkan solusi cepat dari generasi muda, dengan memaksimalkan kemampuan dan penguasaan teknologi informasi.

Pentingnya keberadaan generasi muda, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut, menjadi pembahasan utama yang disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, saat memberikan ceramah dalam wisuda di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

"Saya datang ke sini, untuk memberikan motivasi bagi para lulusan baru. Banyak tugas-tugas yang harus kita emban untuk Indonesia di masa yang akan datang," tegasnya, Sabtu (20/10/2018).

Baginya, generasi muda dengan ide-ide cemerlangnya, serta usaha rintisannya, sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa ini agar menjadi lebih baik.

Diakuinya, selama ini banyak menerima masukan dari anak-anak muda untuk mengurai berbagai persoalan, melalui kemampuan mereka di bidang teknologi informasi.

"Bagi mereka (Anak-anak muda) mungkim idenya biasa-biasa saja, karena memang sudah terbiasa dengan kemajuan teknologi informasi. Tetapi untuk saya, hal itu luar biasa," tegas Budi.

Saat ini, menurutnya yang mendesak untuk dilakukan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Memberikan kesempatan mereka membuat usaha rintisan, dikolaborasikan, dibina, dan diberikan dukungan, untuk membuat solusi pekerjaan sehari-hari.

Kementerian Perhubungan, sangat banyak pekerjaannya untuk mengurusi kemacetan lalulintas, penyediaan angkutan masal, menangani angkutan rakyat, dan melayani masyarakat.

Sehingga, diakui Budi, sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dari para generasi muda, untuk mampu memberikan solusi cepat atas persoalan yang terjadi.

Bahkan, kementerian yang dipimpinnya sudah membuat kompetisi bagi usaha rintisan, yang rata-rata adalah generasi muda, untuk mencari solusi berbagai persoalan angkutan masal.

"Ada sebanyak 120 usaha rintisan dari anak-anak muda yang mengikuti kompetisi di Kementerian Perhubungan. Ada 20 usaha rintisan yang idenya terpilih menjadi terbaik. Kami carikan bapak angkat, untuk mengembangkan ide mereka," ujarnya.

Pemenang dalam kompetisi ini, antara lain aplikasi Shar-C. Yakni, aplikasi yang memudahkan orang untuk mencari tumpangan atau menitipkan barang-barangnya.

Selain itu, ada aplikasi CON Secure, yaitu aplikasi yang membantu proses perizinan untuk pelayaran dan bongkar muat barang di pelabuhan. Ada juga aplikasi Nitih-nitih, yakni aplikasi yang membatu penyandang disabilitas untuk mendapatkan transportasi.

Solusi-solusi menggunakan aplikasi tersebut, menurut Budi sangat dibutuhkan, agar layanan angkutan dapat ditingkatkan kualitas dan efisiensinya. "Terus terang kami keteteran dengan hadirnya taksi online. Makanya coba kita carikan solusi-solusinya," tuturnya.

Aplikasi yang dihasilkan usaha rintisan para generasi muda, menurutnya dicarikan bapak angkat dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan aplikasi tersebut, sehingga bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi selama ini.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak