alexametrics

IHSG Untung 3,14 Poin, Bursa Asia Tertolong Pasar China

loading...
IHSG Untung 3,14 Poin, Bursa Asia Tertolong Pasar China
IHSG ditutup bertambah 3,14 poin atau 0,054% ke level 5.840,44. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (22/10/2018) berhasil mendarat dengan baik, setelah ditutup bertambah 3,14 poin atau 0,054% ke level 5.840,44.

Pagi tadi, Indeks dibuka rebound 0,07% alias 4,13 poin ke level 5.841,42. Senin ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.827,63-5.869,65.

IHSG menghijau berkat kenaikan empat indeks sektoral, diantaranya sektor infrastruktur naik 1,69%, sektor konstruksi menguat 0,47% dan pertambangan tambah 0,44%. Sektor perdagangan turun 0,57% dan keuangan melemah 0,31%.

Di bursa, dari 540 saham yang diperdagangkan, 214 tertekan, 133 tetap dan 193 menguat. Nilai transaksi saham Rp5,99 triliun dari 8,89 miliar saham. Transaksi bersih asing -Rp64,53 miliar dengan aksi jual asing Rp1,74 triliun melawan aksi beli asing Rp1,68 triliun.

Sementara, pasar saham Asia Pasifik sebagian besar naik karena indeks utama China melompat lebih 4%. Pasar saham China menguat karena Beijing menyatakan siap mendukung pasar setelah rilis data PDB China yang melemah dari perkiraan. China akan melakukan kebijakan strategis untuk menjaga ekonominya dalam menghadapi ketegangan perdagangan dengan AS.

Melansir dari CNBC, Senin (22/10), indeks Shanghai bertambah 4,09% menjadi 2.654,88 dan Shenzhen naik 4,89% ke level 1.325,73. Di Jepang, Nikkei 225 ditutup lebih tinggi 0,37% menjadi 22.614,82 dan Topix naik 0,15% ke level 1.695,31.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,25% menjadi 2.161,71. Di Hong Kong, Hang Seng bertambah 2,22% ke level 26.153,15. Hanya bursa Australia, ASX 200 yang melawan tren dengan menurun 0,58% ke level 5.904,90 karena melemahnya sektor keuangan sebesar 0,75% dan energi turun 0,82%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak