alexametrics

BI Berpotensi Kembali Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Bersiap

loading...
BI Berpotensi Kembali Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Bersiap
Menkeu Sri Mulyani bersiap mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate, jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bersiap mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate, jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang akan digelar besok. Menurutnya Ia akan mengatur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kebijakan fiskal secara hati-hati dalam menghadapai kenaikan BI repo rate.

"Kita akan menjaga kehati-hatian pengelolan APBN, serta dalam menentukan belanja negara dan neraca defisit serta kebijakan fiskal," ujar Sri Mulyani di Kemenhub, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Sebelumnya, BI pada bulan September memutuskan untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Selain kenaikan suku bunga BI Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5% dan lending facility menjadi sebesar 6,5%.



Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, lewat kebijakan ini, BI mengambil langkah untuk mempertahankan daya tarik usaha dan keuangan di tengah ketidakpastian global. "Ini untuk mempertahankan daya tarik keuangan dan mengantisipasi ketidakpastian global yang masih tinggi. Ini juga untuk mendorong ekspor dan impor yang akan berdampak positif pada transaksi berjalan menjadi 2,5% dari PDB," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak