alexametrics

Suku Bunga Acuan Ditahan, Rupiah Bisa Menguat

loading...
Suku Bunga Acuan Ditahan, Rupiah Bisa Menguat
Langkah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI-7 Days Rate Repo di 5,75% akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI-7 Days Rate Repo di 5,75% akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah, yang diyakini ekonom bakal kembali menguat. Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, menahan suku bunga bisa menguatkan rupiah.

"Sejauh ini rupiah perlahan menguat, meskipun masih di atas Rp15.180 terhadap dolar Amerika Serikat (USD)," ujar Bhima saat dihubungi oleh SINDOnews di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Sementara apabila BI tetap dalam tren menaikkan suku bunga acuan, menurutnya akan berdampak kepada sektor perbankan. Hingga akhirnya diikuti oleh kenaikan suku bunga bank yang berpotensi menahan laju kredit.



"Sejauh ini dampak kenaikan bunga acuan BI sudah dirasakan pada naiknya bunga kredit bank. Hal ini ujungnya menaikkan cost of borrowing pelaku usaha, sehingga cenderung menahan pinjaman baru. Proyeksi pertumbuhan kredit pada akhir 2018 diperkirakan hanya berkisar 9-9,5% atau single digit," jelasnya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menetapkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di level 5,75%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang digelar hari ini.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, selain penetapan suku bunga BI 7-Day Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menahan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi sebesar 5% dan lending facility menjadi sebesar 6,5%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak