alexametrics

Menyumbang SDM Siap Berkompetisi di Era Digital dengan Nilai Indonesia

loading...
Menyumbang SDM Siap Berkompetisi di Era Digital dengan Nilai Indonesia
Komitmen menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi era digital dengan nilai keindonesiaan dan kepedulian, ditunjukkan oleh Unika Atma Jaya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
TANGERANG - Komitmen menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi era digital dengan nilai keindonesiaan, ditunjukkan oleh Unika Atma Jaya dalam Open House Atma Jaya di Kampus 3 BSD. Sebagai upaya memahami Gen C, Unika Atma Jaya meluncurkan dua produk digital Savira dan AtmaZeds. Kedua produk adalah jembatan bagi generasi milenial yang digital native hingga para orang tua, dewasa muda, dan profesional.

Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A.Prasetyantoko mengatakan, “Gen C atau the connected generation bukanlah kaum muda saja. Gen C melintas batas usia dan membentuk komunitas yang terhubung satu sama lain melalui pada umumnya media digital,” tuturnya. Diluncurkannya Savira dan AtmaZeds, lanjutnya menunjukkan Unika Atma Jaya melintas zaman dalam usianya yang tidak muda lagi sejak berdiri 1 Juni 1960 dan terus menunjukkan komitmen keterlibatan dengan komunitasnya.

“Hal ini sejalan dengan penetapan Kampus 3 BSD, Tangerang sebagai center for human development sebagai komitmen kami untuk menyumbang sumber daya manusia Indonesia yang bukan hanya siap berkompetisi di era digital tapi yang paling penting mewarnai era digital dengan nilai-nilai Keindonesiaan dan kepedulian sosial,” papar Dr. A.Prasetyantoko



Savira atau SAhabat VIRtual Atma, atau dalam bahasa Sansekerta juga berarti "teristimewa"; adalah chat bot dari Unika Atma Jaya bagi pelanggan, calon mahasiswa, orang tua, dan mahasiswa Unika Atma Jaya.

Dengan demikian Savira melintas batas usia, memenuhi kebutuhan untuk kurasi, keterhubungan, dan kreasi bagi Gen C. Savira diciptakan dengan semangat untuk melayani kebutuhan informasi terkait pendaftaran mahasiswa baru maupun pertanyaan mengenai proses administrasi akademik bagi pelanggannya.

Savira sebagai chat bot didesain menggunakan artificial intelligent dengan natural language processing (NLP) sehingga diharapkan dapat menyapa secara ramah dan cerdas para penggunanya yang Gen C. Savira sebagai produk digital terus dilatih oleh tim di balik sistem chat bot ini agar semakin natural dan pandai.

Rekam jejak Savira akan mendorong kreasi baru terus menerus sehingga memenuhi kebutuhan Gen C. Pada masa mendatang dengan kemampuan kurasi Savira, Unika Atma Jaya berharap dapat terus meningkatkan mutu layanan dan mutu pendidikan.

Sementara AtmaZeds adalah kursus daring yang terbuka untuk umum dan saat ini telah berisi enam modul dari beragam bidang dan dapat diakses secara bebas pada tautan http://atmazeds.atmajaya.ac.id.

Enam pilihan modul tersebut yaitu Basic psychometrics for non-psychometricians (Fakultas Psikologi), dan Understanding special needs children (Fakultas Psikologi), dan Elderly care and people with dementia at home (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan).

Kemudian R Software for Financial Data Analysis (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Computational Thinking (Fakultas Teknik) dan Communicating Science through the Art of Blogging (Fakultas Teknobiologi).

Seluruh kursus tersebut bersifat gratis hanya dikenakan biaya pengganti bagi peserta yang membutuhkan sertifikasi. Sertifikasi ini menjadi penting karena peserta berarti mendapatkan umpan balik dan penilaian mengenai pemahaman terhadap materi ajar.

Keenam modul pengisi pertama AtmaZeds ini adalah pemenang Hibah Pembelajaran Online Learning (HiPOLi) tahun 2018 yang diadakan oleh Unika Atma Jaya. Melalui hibah ini, Unika Atma Jaya berpikir ke depan untuk memberikan layanan bagi Gen C.

Dalam rencana tahun 2019, pengembangan Savira dan AtmaZeds merupakan fokus yang terus digarap oleh Unika Atma Jaya. Savira akan diarahkan sebagai personal coaching bagi pelanggannya terutama mahasiswa Unika Atma Jaya. Sementara AtmaZeds akan berisi modul-modul inovatif yang lintas ilmu sehingga menjadi wadah kolaborasi antar institusi dalam dan luar negeri.

Elisabeth Rukmini, Wakil Rektor Unika Atma Jaya mengatakan “kehadiran AtmaZeds sebagai massive open and online course (MOOC) merupakan satu respon penting Unika Atma Jaya bagi kebutuhan belajar para Gen C; yang lebih fleksibel, dapat dijangkau dari mana saja dan oleh siapa saja," ujarnya

"Perhatian dan dedikasi Unika Atma Jaya bagi mahasiswa, komunitas; para Gen C, terus menjadi daya dorong tak berujung untuk berkreasi. Semoga Savira dan AtmaZeds menjadi teman bermakna bagi kita semua," papar dia.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak