alexametrics

Bank Bukopin Optimistis Mampu Tekan NPL di Bawah 5%

loading...
Bank Bukopin Optimistis Mampu Tekan NPL di Bawah 5%
Bank Bukopin akan terus mengupayakan perbaikan NPL dari 5,62% per September 2018 menjadi di bawah 5%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) menyatakan, akan menekan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di bawah 5%. Sampai akhir September 2018, NPL gross perseroan sebesar 5,62% atau meningkat dari periode sama tahun lalu yang sebesar 5,09%.

"NPL target kami di bawah 5% untuk gross, tapi total kami di bulan September itu 60% sudah dicadangkan. Dan tentunya ke depan kita akan selesaikan dengan program intensif," kata Direktur Utama Bukopin Eko Rachmansyah Gindo seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Dia menjelaskan, masih tingginya NPL tersebut dikarenakan pada beberapa tahun lalu ada salah satu debitur Bukopin di sektor pertambangan batu bara yang mengalami keterlambatan pembayaran dalam menyelesaikan proses operasional penambangan. Namun, saat ini debitur tersebut sudah masuk ke kategori kolektibilitas 2 (kol 2) atau lancar.



"Segmen industri, pertambangan untuk batu bara itu sebenarnya dalam setahun terakhir udah recovery, memang ada split pemegang saham sehingga terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan proses operasional penambangan. Dan tidak sesuai dengan perjanjian, dengan masuk investor baru itu sudah lancar karena aktivitas penambangan sudah jalan," jelas Eko.

Adapun NPL net Bukopin jika dilihat sudah lebih rendah di level 3,76% meski naik tipis dari tahun lalu sebesar 3,61%. Bila dirinci berdasarkan segmen, mayoritas NPL berasal dari debitur mikro dan komersial.

Di penghujung tahun 2017, perseroan akan berkonsentrasi memperkuat bisnis di segmen ritel, termasuk dengan meningkatkan penetrasi pada bisnis perbakan digital, pembiayaan perumahan, dan memacu pendapatan dari fee based income. "Hingga akhir tahun, kami menargetkam fee based income di angka 10-15%," ungkap dia.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Bukopin memutuskan penambahan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Melalui RUPSLB tersebut, telah ditunjuk Jae-Hong Park sebagai Komisaris Perseroan dan Jong-Hwan Han sebagai Direksi Perseroan.

Kedua calon tersebut diusulkan oleh KB Kookmin Bank yang telah sah menjadi salah satu pemegang saham Perseroan sejak 27 Juli 2018 melalui Penawaran Umum Terbatas ke IV (PUT IV). Jae-Hong Park yang disahkan menjadi salah satu Anggota Dewan Komisaris saat ini menjabat sebagai Senior Managing Director untuk KB Kookmin Bank di Global Business Division.

Sedangkan Jong-Hwan Han yang disahkan menjadi salah satu Anggota Direksi Perseroan saat ini merupakan Regional Head KB Kookmin Bank di Busan, Korea Selatan. Direktur Konsumer PT Bank Bukopin Tbk Rivan A Purwantono menambahkan, masuknya direksi baru ke Bank Bukopin bertujuan untuk memperkuat bidang risk management dan good governance. "Kami mengusulkan bahwa tambahan direksi ini untuk memperkuat risk management sekarang," ungkap Rivan.
Dengan keputusan tersebut, komposisi manajemen Bank Bukopin menjadi sebagai berikut: Mustafa Abubakar sebagai komisaris utama independen, Deddy SA Kodir (komisaris), M Subhan Aksa (komisaris), Susiwijono (komisaris), Jae-Hong Park (komisaris), Margustienny (komisaris independen), Mulia P Nasution (komisaris independen) dan Karya Budiana (komisaris independen). Adapun susunan direksi terdiri dari Direktur Utama Eko Rachmansyah Gindo, dan direktur yang terdiri dari Mikrowa Kirana, Adhi Brahmantya, Heri Purwanto, Rivan A Purwantono, M. Rachmat Kaimuddin, Hari Wurianto dan Jong-Hwan Han.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak