alexametrics

Terpusat di Bandung Raya, Jabar Perlu Pemerataan Pariwisata

loading...
Terpusat di Bandung Raya, Jabar Perlu Pemerataan Pariwisata
Buyer dan seller saat melakukan transaksi wisata pada Asita West Java Travel Mart 2018 di Hotel Novena, Jalan Setiabudi, Bandung, Senin (29/10/2018). Foto SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Sektor pariwisata di Jawa Barat dinilai masih terpusat di Bandung Raya. Padahal kawasan ini dinilai sudah cukup padat. Provinsi Jawa Barat mestinya melakukan pengembangan pariwisata ke semua daerah.

Ketua DPP Asita Asnawi Bahar mengatakan, Jawa Barat mestinya terus melakukan pengembangan sektor pariwisata di daerah lain di luar Bandung raya. Pariwisata di Bandung dinilai sudah cukup banyak dan padat. Sementara daerah lainnya perlu pengembangan.

"Jabar harus terus membangun destinasi baru di luar Bandung. Bandung sudah sangat banyak dan padat. Mestinya, bagaimana wisata merata sehingga ekonomi ke daerah lainnya ikut tumbuh," kata Asnawi di sela-sela acara Asita West Java Travel Mart 2018 di Hotel Novena, Jalan Setiabudi, Bandung, Senin (29/10/2018).



Diakui dia, kunjungan wisatawan domestik ke Jabar rata-rata mencapai 58 juta per tahun. Angka tersebut cukup tinggi dibanding daerah lainnya. Sayangnya, tingginya kunjungan wisawatan domestik masih didominasi kunjungan ke Bandung Raya.

Pemerataan sektor pariwisata di Jabar, kata dia, bisa dilakukan dengan fokus melakukan penataan dan pengembangan potensi yang sudah ada. Dengan tetap memperhatikan faktor promosi. Selain itu, mempermudah aksesibilitas, membangun infrastruktur penunjang.

Kemudahan akses di Jabar juga diharapkan meningkatkan kunjungan turis asing. Karena, walaupun kunjungan wisawatan domestik tinggi, namun jumlah wisatawan mancanegara sangat minim. Jabar hanya masuk provinsi penyumbang 10% kedatangan turis asing.

"Travel mart ini sebenarnya sangat membantu untuk mempromosikan wisata Jawa Barat ke daerah lain. Sebenarnya, kami rutin mengadakan acara seperti ini. Hampir tiap tahun di 24 kota di Indonesia. Kami berharap ini menggairahkan pariwisata nasional," imbuh dia.

Ketua Asita Jabar Budijanto Ardiansjah mengatakan, Jawa Barat perlu promosi agar lebih dikenal luas. Saat ini, promosi wisata Jawa Barat di domestik dan luar negeri sangat minim.

"Kita harus tahu, kita punya kompetitor. Daerah timur mulai berbenah dan melakukan promosi. Seperti Labuan Bajo, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kita juga terkendala minimnya penerbangan langsung dari Bandung," timpal dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak