alexametrics

IHSG Diperkirakan Bakal Tertekan Aksi Jual

loading...
IHSG Diperkirakan Bakal Tertekan Aksi Jual
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi mencoba kembali menguat lepas pada trend bearish. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak terkonsolidasi mencoba kembali menguat lepas pada trend bearish dengan support resistance 5.710-5.860.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG melanjutkan trend bearish jangka menengah yang dimulai sejak bulan lalu.

"Tidak mampunya IHSG menembus resistance MA50 dan bearish trend dikisaran level 5.900 membuat psikologis tekanan aksi jual membayangi pergerakan. Meskipun indikator Stochastic terkonsolidasi positif setelah crosing pada area dekat oversold momentum pergerakan IHSG masih terlihat flat pada middle oscillator RSI," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sementara, IHSG kemarin ditutup turun 30,31 poin kelevel 5.754,61 dengan sektor pertambangan dan properti menjadi pemimpin pelemahan. Turunnya mayoritas harga komoditas tambang energy dan logam menjadi faktor utama pelemahan.

"Saham ADRO menjadi kontributor teratas dari pelamahan IHSG setelah melaporkan pertumbuhan penjualan 9 bulanan yang flat di 39,27 tons dengan perbandingan year on year meskipun produksi naik 14% pada quartal to quartal," pungkasnya.

Saham-saham yang masih dapat mendapat perhatian di antaranya PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dan PT Elnusa Tbk (ELSA). Selanjutnya saham lain yang juga patut dicermati yakni PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak