alexametrics

Investasi Turun, Sri Mulyani Janji Kerja Lebih Keras

loading...
Investasi Turun, Sri Mulyani Janji Kerja Lebih Keras
Menkeu Sri Mulyani Indrawati berjanji kerja lebih keras untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal III/2018 mencapai Rp173,8 triliun, turun 1,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menyikapi hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berjanji untuk bekerja lebih keras guna mendongkrak investasi.

"Ya tentu kita berharap di semua kementerian terkait dan juga pemerintah daeah untuk bekerja lebih keras untuk meningkatkan investasi. Investasi sangat penting dan bisa memperbaiki kesejahteraan masyarakat," tegas Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sebagai informasi, selama kuartal III/2018, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 30,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp64,9 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) pada periode yang sama turun 20,2% menjadi sekitar Rp89,1 triliun.



Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong meminta agar penurunan realisasi investasi ini menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah. Dia mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih menarik bagi investor, salah satunya insentif libur pajak atau tax holiday hingga 50 tahun.

Thomas beralasan, kebijakan tax holiday yang telah dikeluarkan pemerintah sebelumnya sepi peminat. Dia mengatakan, insentif tax holiday selama 20 tahun yang ditawarkan pemerintah saat ini hanya mampu menangguk tidak lebih dari 10 investor.

Selain itu, tax holiday yang ditawarkan menurutnya hanya mencakup 3% dari semua subsektor dalam ekonomi. "Jadi kriterianya terlalu ketat, terlalu sempit dan enggak nendang," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak