alexametrics

Akhir Oktober, IHSG Dibuka Menguat 28,39 Poin

loading...
Akhir Oktober, IHSG Dibuka Menguat 28,39 Poin
IHSG dibuka menguat 28,39 poin di akhir Oktober 2018. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Mengakhiri bulan Oktober 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 28,39 poin atau 0,49% ke level 5.817,49 pada Rabu (31/10/2018).

IHSG melanjutkan reli, dimana pada Selasa kemarin ditutup bertambah 34,49 poin atau 0,60% ke posisi 5.789,10. Menguatnya IHSG ditopang oleh sembilan dari 10 indeks sektoral yang menghijau. Sektor saham infrastruktur memimpin kenaikan dengan kokoh 0,9%.

Dari 389 saham yang diperdagangkan, 181 naik, 108 stagnan dan 100 tertekan. Nilai transaksi saham Rp1,12 triliun dari 1,90 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp400,81 miliar dengan aksi beli asing Rp543,61 miliar dan aksi jual asing Rp142,80 miliar.



Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Hingga pukul 09.03 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu UNVR naik 0,56% jadi Rp44.750 per unit. Adapun harga saham BBCA naik 0,96% ke Rp23.725, TLKM naik 1,84% jadi Rp3.870, BMRI naik 0,77% ke Rp6.575, dan BBRI naik 0,99% jadi Rp3.060 per unit.

Pergerakan IHSG pagi ini juga sejalan dengan bursa regional Asia yang bergerak positif. Melansir dari CNBC, Rabu (31/10), pasar saham China dibuka menguat, dengan Shanghai naik 0,31% dan Shenzhen bertambah 0,33%. Indeks Hang Seng Hong Kong juga meningkat 0,89%.

ASX 200 Australia dibuka lebih tinggi 0,25% karena sektor saham energi naik 0,93% dan saham keuangan bertambah 1,11%. Nikkei 225 Jepang menguat 1,38% dan Topix naik 1,18%. Kospi Korea Selatan menguat tipis 0,26% berkat kenaikan saham Samsung Electronics sebesar 0,12%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak