alexametrics

Ini Alasan Pemerintahan Jokowi Jor-joran Bangun Infrastruktur

loading...
Ini Alasan Pemerintahan Jokowi Jor-joran Bangun Infrastruktur
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara 72 Tahun Hari Uang di Gedung Kemenkeu. Foto/SINDOnews/Lily Rusna Fajriah
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memiliki alasan tersendiri untuk memilih membangun infrastruktur secara besar-besaran di Indonesia. Diantaranya gencar membangun jalan di Papua hingga di ujung Sumatera dan Sulawesi.

Menurut wanita yang akrab disapa Ani ini, pemerintahan Jokowi bekerja dengan melihat dinamika yang terjadi di masyarakat. Dengan cara seperti itu, maka akan banyak muncul ide untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat.

"Jadi sebetulnya sekarang ini Pak Jokowi dan para menteri itu, cara kita bekerja trying to connect (berusaha menyambungkan) dinamika masyarakat. There are so many idea coming from there," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/10/2018).



Dia mencontohkan, saat ini generasi milenial sangat akrab dengan bisnis berbasis daring (e-commerce). Meskipun kelihatannya bisnis e-commerce hanya butuh infrastruktur teknologi seperti marketplace, namun mereka sejatinya juga membutuhkan infrastruktur jalan raya hingga bandara untuk mengirim produk mereka hingga sampai ke tangan konsumen.

"Tadi dikatakan, seorang korban tsunami Aceh dia bisa connect to market dengan dia dedicate pikiran dan skill-nya untuk produksi kripik yang bagus kualitasnya, dan diupload Tokopedia. Itu butuh infrastruktur Tokopedia sebagai marketplace, tapi juga infrastruktur jalan raya maupun bandara untuk menyambungkan mereka terhadap marketnya," imbuh dia.

Menurutnya, inilah peran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk generasi milenial. Pemerintah membangun infrastruktur sebagai solusi atas dinamika yang terjadi di masyarakat kini.

"Dulu Pak Dorodjatun adalah ketua LPEM yang membuat studi Sumatra 2020. It's only two years from now. Studi itu menggambarkan Sumatra yang merupakan wilayah kepulauan itu punya potensinya besar, proximaty-nya dengan Singapura, Malaysia, ASEAN 10. Itu besar sekali. Tapi itu enggak akan bisa kecuali kelapa sawit, itu pun butuh infrastruktur. Makanya kita butuh banyak sekali infrastruktur untuk connect potensi, ide dan solusinya," tandasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak