alexametrics

IHSG Melesat 42,55 Poin di Akhir Sesi, Bursa Asia Melompat Tinggi

loading...
IHSG Melesat 42,55 Poin di Akhir Sesi, Bursa Asia Melompat Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik menguat pada akhir perdagangan, Rabu (31/10/2018) usai bergerak secara variatif sepanjang hari. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik menguat pada akhir perdagangan, Rabu (31/10/2018) usai bergerak secara variatif sepanjang hari. Sesi penutupan, IHSG menguat 42,55 poin atau setara dengan 0,73% ke level 5.831,65.

Pada perdagangan sesi I siang tadi, IHSG sempat menyusut sebesar 19.00 poin atau 0.33% ke level 5,770.10 setelah tadi pagi menguat 28,39 poin atau 0,49% menjadi 5.817,49. Sedangkan mendapatkan tambahan 34,49 poin atau 0,60% ke posisi 5.789,10

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada dalam jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor aneka industri mencapai sebesar 2,13% dan diikuti perkebunan bertambah 2,23%. Pelemahan terdalam menimpa sektor konsumer usai kehilangan 1.56%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,39 triliun dengan 10,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp1,52 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp2,46 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,99 triliun. Tercatat sebesar 220 saham menguat, 198 melemah dan 125 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) bertambah Rp470 menjadi Rp3.000, PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp200 ke posisi Rp7.900 serta PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) meningkat Rp140 menjadi Rp1.700.

Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) turun Rp145 menjadi Rp145, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp100 menjadi Rp72.300 dan PT Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL) berkurang Rp60 ke level Rp4.550.

Di sisi lain sebagian besar pasar saham Asia membukukan hasil positif hingga sesi akhir perdagangan, Rabu untuk menjadi sinyal pemulihan setelah sepanjang bulan Oktober cukup bergejolak. Bursa daratan China yang mendapatkan tekanan berat, berbalik mencetak keuntungan akhir perdagangan bulan ini.

Seperti dilansir CNBC, terpantau komposit Shanghai meningkat 1,35% hingga ditutup pada level 2.602,78 dan komposit Shenzhen naik 1,392% menjadi 1.294,22 hingga sesi sore perdagangan. Meskipun membaik tengah pekan ini, namun kedua indeks masih berada dalam jalur kerugian sepanjang bulan Oktober.

Sejak akhir September, tercatat indeks Shanghai telah mengalami penyusutan hampir sebesar 7,5% dan indeks Shenzhen telah kehilangan sekitar 10,2%. Sementara itu indeks Hang Seng di Hong Kong juga lebih tinggi 1,60% dalam perdagangan sore.

Selanjutnya indeks Nikkei Jepang melompat mencapai 2,16% hingga berakhir pada level 21.920,46 untuk mengiringi lesatan indeks Topix usai mendapatkan tambahan 2,15% dan berakhir menjadi 1.646,12. Saham Sony melonjak 4,74% setelah perusahaan mengangkat perkiraan laba tahunan sebesar 30% setelah kuartal kedua yang kuat.

Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter stabil dan memangkas proyeksi harga pada hari Rabu. Dalam sebuah langkah yang diharapkan secara luas, bank sentral Jepang mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya di minus 0,1% serta berjanji untuk memandu imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah sekitar nol persen.

Tren penguatan juga terlihat pada indeks patokan bursa Australia, ASX 200 dengan kenaikan tipis 0,43% untuk berada di posisi 5.830,3 karena sektor energi naik 1,39% dan materials meningkat 0,19%. Subindex keuangan juga merayap dengan raihan positif 0,93% ketika saham bank-bank Australia atau Big Four mengalami kenaikan.

Raihan positif tidak terkecuali juga dicetak indeks Kospi, Korea Selatan lewat peningkatan sebesar 0,74% menjadi 2.029,69. Dorongan terkuat datang dari saham perusahaan raksasa teknologi yakni Samsung Electronics naik 0,12% setelah merilis rekor laba kuartalan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak