alexametrics

Inflasi Kota Manado 0,08%, Sumbangan Terbesar dari Tomat Sayur

loading...
Inflasi Kota Manado 0,08%, Sumbangan Terbesar dari Tomat Sayur
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Ateng Hartono, dalam rilis data BPS Sulut, Kamis (01/11/2018). Foto/Dok.BPS Sulut
A+ A-
MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat Kota Manado pada Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,08%. Penyumbang inflasi terbesar yaitu tomat sayur 0,1008%, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,2475%. Sementara, inflasi tahun kalender sebesar 1,17% dan inflasi year on year sebesar 1,59%,

"Kita bersyukur Inflasi di Kota Manado hanya 0,08%, masih dibawah nasional dari sisi kenaikan indeks harga konsumen," ujar Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Ateng Hartono, dalam rilis data BPS Sulut, Kamis (01/11/2018).

Menurut Ateng, secara year on year, pola inflasi selama 3 tahun terakhir relatif sama. Inflasi pada Oktober 2018 memiliki pola yang sama dengan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.



"Yang harus kita cermati adalah perkembangan inflasi pada 2 bulan terakhir, karena ada momen menghadapi Natal," ungkapnya.

Dari data BPS Sulut, inflasi Kota Manado pada Oktober 2018 disebabkan adanya peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,96%, kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,65%, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,17% dan kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06%.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,33% dan kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,52%. "Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau tidak mengalami perubahan," katanya.

Dia juga menambahkan kota-kota IHK di Pulau Sulawesi, pada Oktober 2018 tercatat 9 kota mengalami inflasi, 2 kota mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu sebesar 2,27%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,02%," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak