alexametrics

Aqua Kenalkan Kemasan 100% Daur Ulang di OOC 2018

loading...
Aqua Kenalkan Kemasan 100% Daur Ulang di OOC 2018
Ilustrasi Danone-Aqua. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Isu lingkungan hidup terus menjadi perhatian masyarakat dunia. Karena itu, Danone-Aqua bersama sejumlah pemangku kepentingan mengeksplorasi cara untuk memperkuat kolaborasi antarinstitusi dalam ekosistem ekonomi sirkular.

Eksplorasi ini dilakukan dengan mengunjungi berbagai tempat disepanjang rantai nilai untuk mengevaluasi potensi dan melihat kesempatan untuk berinovasi lebih lanjut. Kunjungan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan perspektif dan pemahaman dalam pengelolaan limbah plastik dan mendesaknya adanya kolaborasi lintas sektor.

Kunjungan diawali di Pantai Serangan, yang menjadi tempat terdamparnya limbah plastik, untuk memperlihatkan jejak asal sampah. Para partisipan kemudian mengunjungi SMP Wisata Sanur Bali, sebuah sekolah yang memprakarsai program inspirasi generasi muda menjadi pemimpin yang sadar lingkungan.



Sekolah ini, dengan didukung oleh Eco Bali, memberikan waktu 1 jam per minggu untuk edukasi lingkungan dan kesadaran akan sampah. Kunjungan diakhiri di Bali PET Recycling Center untuk memberi pemahaman mendalam tentang aspek teknis dari proses daur ulang. Hal ini telah dipelopori oleh Danone-Aqua di tahun 1993.

Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-Aqua), Corine Tap, mengatakanuntuk bisa menangani permasalahan ini dalam skala yang lebih besar, perlu adanya kesamaan perspektif dari pemangku kepentingan yang terkait. Terutama dalam memahami permasalahannya dan usaha menemukan solusi yang potensial.

"Bergerak menuju bottle-to-bottle closed loop economy sangat memungkinkan, sebagaimana dibuktikan oleh individu dan berbagai organisasi di Bali ini. Namun, untuk memberi dampak yang lebih besar dibutuhkan keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan. Dari skala kecil ke besar, dari sektor pemerintahan ke swasta, dan dari tingkat organisasi ke individu," papar Corine dalam keterangannya, Sabtu (3/11/2018).

Lebih lanjut dikatakan, ketergantungan pada plastik telah menimbulkan krisis baru pada lingkungan hidup. Ini antara lain disebabkan oleh cara kita dalam menangani dan membuang sampah plastik. "Kini, sampah di laut telah menjadi salah satu isu global yang mendesak, dan perlu mendapat perhatian dari berbagai negara serta seluruh pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan dan latar belakang".

Danone-Aqua menyadari adanya isu ini. Karena itu, sekarang mereka menggalang dukungan untuk bisa mempercepat pencapaian target inovasi kemasan yang menggunakan materi 100% dapat digunakan kembali, didaur ulang atau mudah terurai pada tahun 2025.

"Kami sudah dalam perjalanan meraih target untuk mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang dipakai oleh Danone-Aqua di Indonesia pada 2025. Kami sudah melakukannya di Bali. Namun, kami sadar perlu melakukan lebih," kata Corine.

Selain memperkuat kolaborasi antarinstitusi, Danone-Aqua juga meluncurkan inovasi desain terbarunya, kemasan botol Aqua dari 100% bahan daur ulang, dan 100% dapat didaur ulang. Peluncuran awal kemasan botol Aqua 100% daur ulang ini dilakukan pada perhelatan Our Ocean Conference (OCC) 2018 di Bali pada 29-30 Oktober yang lalu.

Desain kemasan terbaru tersebut merupakan sebuah tonggak pencapaian yang penting untuk mencegah tambahan sampah di laut. Tentunya dengan menerapkan prinsip sirkuler reduce-reuse-recycle.

"Sebagai botol daur ulang 100% pertama di Indonesia, desain kemasan ini diluncurkan dalam tampilan minimalis tanpa label plastik dan dekorasi tambahan. Pemakaian 100% material rPET juga berarti kemasan botol Aqua yang baru dibuat sepenuhnya dari botol lainnya," ungkap Corine seraya mengatakan, dengan begitu tidak ada plastik tambahan yang digunakan untuk memproduksi kemasan botolnya.

Desain baru ini, kata dia, membuktikan pihaknya dapat menerapkan daur ulang plastik seutuhnya. Sekaligus dapat beralih ke sistem ekonomi terbarukan dan restoratif untuk pengelolaan plastik sebagai sumber daya secara terus menerus.

Proses produksi yang inovatif juga mengurangi jumlah emisi karbon secara signifikan dibandingkan proses konvensional. "Kami membangun sebuah ekosistem bersama para mitra untuk membantu kami mendesain ulang berbagai produk demi meraih misi kami, yaitu memberi kebaikan melalui penyediaan hidrasi yang sehat kepada komunitas Indonesia, sembari melestarikan kekayaan alam negara ini," tutur Corine.

Kemasan ini menandakan sebuah kemajuan dalam mewujudkan komitmen #BijakBerplastik dalam pilar Inovasi Produk. Kebijakan itu juga merupakan sebuah langkah konkret menuju model bisnis sirkuler tanpa limbah plastik.

Saat ini, semua kemasan botol plastik AQUA bisa didaur ulang 100% (untuk semua kemasan 98%) dan mengandung hingga 25% rPET. Bahkan, saat ini 70% produk Aqua dikemas dalam kemasan galon yang bisa dikembalikan dan digunakan kembali.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak