alexametrics

Jamkrindo Targetkan Penjaminan UMKM Dapat Naik 19% di 2019

loading...
Jamkrindo Targetkan Penjaminan UMKM Dapat Naik 19% di 2019
Jamkrindo menargetkan volume penjaminan UMKM meningkat 19% di 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menargetkan penjaminan kredit untuk segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat tumbuh 18% hingga 19% pada 2019. Pertumbuhan makroekonomi Indonesia, industri perbankan, serta inisiasi bisnis baru disebut akan menjadi kekuatan pendukungnya.

Sebelumnya Perum Jamkrindo optimistis bisa mencapai volume penjaminan Rp142,7 triliun di sisa tahun 2018. Sedangkan kinerja sampai September 2018 total realisasi volume penjaminan sebesar Rp126 triliun. Porsi terbesar 80% atau Rp85,18 triliun diperoleh dari penjaminan non-KUR dan sisanya Rp41,30 triliun merupakan penjaminan KUR.

Direktur MSDM, Umum, dan Kepatuhan Jamkrindo Sulis Usdoko mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan strategi untuk memperkuat basis data pelaku UMKM. Pihaknya ingin meningkatkan jumlah pemeringkatan terhadap UMKM yang diharapkan dapat membantu mengurangi informasi asimetris antara UMKM dan para lender (bank dan nonbank), untuk selanjutnya dapat mengurangi biaya perolehan debitur (biaya akuisisi). Tercatat sampai dengan tahun 2017, Perum Jamkrindo sudah melakukan scoring terhadap 4.288 UMKM.



"Kami harus menguasai data UMKM supaya tidak hanya sekadar follow the bank tapi harus menjadi inisiator. Kami akan menggunakan pendekatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja tanpa beban operasional tinggi," ujar Sulis, Minggu (4/11/2018) di Bogor.

Selain melakukan pemeringkatan UMKM, Perum Jamkrindo juga memberikan pendampingan kepada para UMKM dengan beragam bentuk, baik konsultasi keuangan, operasional, maupun pengembangan usaha. "Pada tahun 2017, UMKM binaan Perum Jamkrindo yang naik kelas telah mencapai 1.424 UMKM," ujarnya.

Sampai dengan triwulan III/2018, Perum Jamkrindo telah memiliki 1.748 mitra binaan. Selain memberikan pinjaman usaha, Perum Jamkrindo juga melakukan pendampingan usaha dan membantu UMKM memperluas pasar dengan cara memfasilitasi mereka ikut dalam pameran-pameran, baik skala nasional maupun internasional.

"Ke depannya kami yang akan menawarkan UMKM binaan kepada perbankan, harus lebih proaktif dan kompetitif," tuturnya.

Dalam 10 tahun terakhir sejak tahun 2008 hingga Juni 2018 tercatat jumlah UMKM yang telah dijamin Perum Jamkrindo dari program KUR mencapai lebih dari 21 juta UMKM.

Dia juga mengatakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, Perum Jamkrindo senantiasa akan melakukan penguatan SDM. "Kompetensi inti yang harus dikuasai ialah expert dalam produk penjaminan, pengelolaan risiko, expert dalam pengelolaan UMKMK, dan pengelolaan database UMKMK," ujar dia.

Sebagai perusahaan yang menjadi benchmark semua perusahaan penjaminan yang ada di Indonesia, Sulis mengatakan SDM Perum Jamkrindo harus senantiasa melakukan inovasi.

"Leading di bidang penjaminan itu artinya harus yang paling terdepan, baik itu dalam konteks bisnis, operasional, perangkat infrastruktur, dan aspek-aspek yang meliputi industri penjaminan dan UMKM," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak