alexametrics

Ciptakan Iklim Bisnis Terbaik Pasca Tinggalkan UE, Ini Cara PM Inggris

loading...
Ciptakan Iklim Bisnis Terbaik Pasca Tinggalkan UE, Ini Cara PM Inggris
PM Inggris membentuk, lima dewan bisnis baru untuk memberikan nasihat tentang cara menciptakan iklim bisnis terbaik setelah meninggalkan Uni Eropa (UE) alias Brexit. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May telah membentuk, lima dewan bisnis baru untuk memberikan nasihat tentang cara menciptakan iklim bisnis terbaik setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE) alias Brexit. Nama-nama besar dalam forum tersebut, termasuk di antaranya Bos Tesco Dave Lewis, Chief ITV Carolyn McCall, Pengusaha James Timpson serta Kepala CBI Carolyn Fairbairn.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (7/11/2018) setiap dewan akan menggelar pertemuan tiga kali setahun, dua kali bersama May dan satu kali dengan menteri kabinet senior. Mereka ditugaskan untuk memberikan saran dan rekomendasi kebijakan tentang masalah bisnis dan yang menjadi isu besar setelah meninggalkan Uni Eropa, baik itu dalam hal perdagangan maupun keuangan.

Setiap kelompok akan diketuai bersama oleh dua pemimpin bisnis dan memiliki sekitar sepuluh anggota yang mewakili sektor inti dari ekonomi Inggris, serta perwakilan dari sektor-sektor bisnis utama Inggris. "Brexit memberi peluang besar untuk membangun ekonomi yang lebih baik dan lebih kuat bagi semua orang di seluruh negeri," ujar Perdana Menteri Theresa May.

Lebih lanjut, Ia juga menerangkan telah meminta dewan-dewan baru ini untuk memberikan masukan, nasihat tentang peluang dan tantangan yang dihadapi bisnis saat kami membentuk Inggris untuk masa depan. Menindaklanjuti hal ini, akan dijadwalkan pertemuan pada hari Rabu untuk membahas agenda yang akan datang.

Eksekutif dari BT, BAE, Rolls-Royce, Prudential, Santander, Tesco, Timpson, ITV dan GSK akan hadir, serta perwakilan dari kelompok bisnis CBI, IOD, EEF, dan FSB. Sir Roger Carr, ketua BAE Systems dan ketua bersama komite yang menyoroti sektor industri, manufaktur dan infrastruktur, mengatakan: "Kami adalah bagian penting dari kekayaan menciptakan mesin negara di mana pelatihan, produktivitas dan ekspor yang lebih baik akan jadi landasan kesuksesan global kami,".

"Kami akan terlibat bersama dengan perdana menteri untuk menangani masalah-masalah ini dengan cara yang fokus dan praktis untuk menjadi langkah yang baik dan terbuka dalam mencapai ambisi pertumbuhan kolektif," paparnya.

Inisiatif tersebut dilakukan beberapa hari setelah lebih dari 70 tokoh bisnis menandatangani surat ke Sunday Times menyerukan pemungutan suara publik pada kesepakatan Brexit. Kepala eksekutif Waterstones dan mantan bos Sainsbury, Justin King, termasuk di antara mereka yang mengatakan "Brexit dapat menimbulkan" kerusakan ke ekonomi Inggris.

Sebuah kelompok yang disebut Bisnis untuk Suara Rakyat akan diluncurkan pada hari Kamis. Sumber Downing Street mengatakan kepada BBC bahwa Perdana Menteri sudah jelas bahwa tidak akan ada referendum baru.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak