alexametrics

Rupiah Menguat, Ekonom Minta BI Tahan Suku Bunga

loading...
Rupiah Menguat, Ekonom Minta BI Tahan Suku Bunga
Rupiah menguat, Indef meminta BI menahan suku bunga. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudisthira, menyarankan agar Bank Indonesia menahan suku bunga kedepannya, memanfaatkan momentum penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini. Rabu (7/11/2018), rupiah di pasar spot ditutup menguat Rp14.575 per USD.

Dalil Bhima, dengan menahan suku bunga akan membuat rupiah menguat bertahan lama. Selain itu, memberikan angin segar bagi pelaku usaha dalam menguatkan rupiah.

"Bagi BI bisa sedikit menahan laju kenaikan suku bunga acuan. Saya kira BI punya ruang untuk menahan kenaikan bunga disaat dana asing kembali masuk dan rupiah menguat. Beri nafas sejuk ke pelaku usaha dengan menahan sementara kenaikan bunga acuan shingga bisa lebih banyak pinjam kredit ke bank," katanya.



Dia menyebutkan jika BI tetap akan menaikan suku bunganya akan berimbas pada pelaku usaha yang ingin meningkatkan produksinya dalam membuat laju ekspor meningkat.

"Sejauh ini tekanan kenaikan bunga acuan BI berimbas kepada keyakinan pelaku usaha untuk ekspansi bisnisnya akibat cost of borrowing naik," katanya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menetapkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di level 5,75%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang digelar pada Oktober kemarin.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan selain penetapan suku bunga BI 7-Day Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menahan suku bunga deposit facility 25 bps menjadi sebesar 5% dan lending facility menjadi sebesar 6,5%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak