alexametrics

Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Gasifikasi Batu Bara

loading...
Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Gasifikasi Batu Bara
Pertamina-PTBA bekerja sama dengan perusahaan AS untuk mengembangkan gasifikasi batu bara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjalin kerja sama strategis pengembangan gasifikasi batu bara dengan Air Products and Chemicals Inc. Kerja sama dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut meliputi pengembangan gasifikasi batu bara di mulut tambang batu bara Peranap, Riau, untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kerja sama itu merupakan realisasi upaya percepatan hilirisasi sektor pertambangan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang. Hal itu juga sekaligus sebagai upaya mendukung penghematan devisa negara.

Proses hilirisasi tambang berupa gasifikasi batu bara tersebut diyakini dapat mengurangi impor elpiji oleh Pertamina.



"Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batu bara bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor," kata Rini dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, kerja sama Pertamina dengan Bukit Asam serta Air Products adalah langkah strategis bagi semua pihak, untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan DME dan SNG.

"Sekitar 70% elpiji masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7 juta ton elpiji. Karena itu, pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional," ujar Nicke.

Selain mewujudkan sinergi BUMN, Nicke menambahkan, kerja sama dengan PTBA dilakukan guna optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.

"Pertamina dan PTBA merupakan dua perusahaan BUMN besar di Tanah Air. Sejalan dengan hal tersebut, kerja sama ini mencerminkan pemanfaatan energi dari dalam negeri untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan, hilirisasi yang dilakukan PTBA ini diperkuat dengan sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 3,3 miliar ton.

Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400.000 ton DME per tahun dan 50 MMSCFD SNG.

Pada kesempatan gang sama, Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi menegaskan bahwa pihaknya sebagai pemilik teknologi gas industri seperti syngas dan DME, berkomitmen dan mendukung penuh program hilirisasi batu bara tersebut.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak