IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah Terbatas di Kisaran 7.150-7.300

Rabu, 03 April 2024 - 08:43 WIB
loading...
IHSG Hari Ini Berpotensi...
Secara teknikal, William masih memperkirakan IHSG bergerak mixed hingga akhir pekan ini, mempertimbangkan akan terjadinya fase bottoming dimana pelemahan semakin terbatas dan IHSG menguat kembali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 7.150 – 7.300.Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, perkiraan menguat tepat, setelah IHSG membatasi pelemahannya pada Fibonacci 38.2%.

"Potensi pelemahan ini terbatas dan dimulainya fase bottoming dimulai. Anda bisa memilih saham-saham yang potensial untuk Anda beli di momentum pelemahan ini," tulis William dalam analisisnya, Rabu (3/4/2024).

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Berbalik Arah Menguat ke 7.236, Transaksi Sore Sentuh Rp12,4 T

Secara teknikal, William masih memperkirakan IHSG bergerak mixed hingga akhir pekan ini, mempertimbangkan akan terjadinya fase bottoming dimana pelemahan semakin terbatas dan IHSG menguat kembali.

Baca Juga: OJK Buka-bukaan Soal Kondisi Pasar Saham RI, Kapitalisasi Tembus Rp11.691 Triliun

Sedangkan untuk sentimen, belum ada sentimen baru yang perlu diperhatikan saat ini. Sebelumnya IHSG ditutup menguat sebesar 31.92 poin (+0.44%) menuju 7236,98 pada perdagangan hari Selasa 2 April 2024.

Sebanyak 284 saham menguat, 300 saham menurun, dan 201 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi mencapai 12.9T (all market).

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal.

UNVR, buy, support 2590, resistance 2830.
Pergerakan membentuk demand zone pada area 2590 – 2830 (belum konfirmasi).

TAPG, buy, support 580, resistance 615.
Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

SILO, buy, support 2400, resistance 2700.
Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

LSIP, buy, support 895, resistance 925.
Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Berita Terkini
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved