alexametrics

IHSG Berakhir Melesat Dekati Level 6.000 Saat Bursa China Jatuh

loading...
IHSG Berakhir Melesat Dekati Level 6.000 Saat Bursa China Jatuh
IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (8/11/2018) ditutup mendekati level 6.000 ketika mayoritas bursa Asia juga naik tinggi, terkecuali bursa China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (8/11/2018) ditutup melanjutkan tren positif untuk mendekati level 6.000 ketika mayoritas bursa Asia juga naik tinggi, terkecuali bursa China. Hingga akhir sesi, IHSG meningkat 36,92 poin yang setara dengan 0,62% ke posisi 5.976,81.

Pada sesi I perdagangan siang tadi, IHSG menguat dengan tambahan 33,45 poin atau 0,56% menjadi 5.973,34 setelah pagi tadi, dibuka naik tercatat di posisi 5.996,84 lewat peningkatan 56,950 poin setara dengan 0,959% dibandingkan dari penutupan Rabu (7/11) sebesar 5.939,89 poin.

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada dalam jalur positif. Di mana sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yakni perdagangan mencapai 1,40% diikuti keuangan bertambah 1,07%. Sedangkan penurunan terdalam menimpa sektor perkebunan minus 1,19%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,19 triliun dengan 9,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,08 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp2,80 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,89 triliun. Tercatat sebesar 244 saham menguat, 179 melemah dan 126 stagnan

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) naik Rp190 menjadi Rp2.010, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menanjak Rp50 ke posisi Rp3.550 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) bertambah Rp30 menjadi Rp915.

Beberapa saham lainnya dengan pelemahan yakni PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) turun Rp60 menjadi Rp2.150, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menyusut Rp50 menjadi Rp2.550 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkurang Rp675 ke level Rp14.000.

Sebagian besar pasar saham Asia melonjak pada akhir sesi perdagangan, Kamis dengan pengecualian bursa utama China jatuh sendirian. Sebelumnya Wall Streent mencetak rally ketika Dow Jones Industrial Average dan S & P 500 raih hasil positif.

Indeks saham di daratan China membukukan kerugian setelah tadi pagi sempat tampil cemerlang. Terpantau Komposit Shanghai turun 0,22% menjadi 2.635,63 untuk mengiringi tergelincirnya komposit Shenzhen mencapai 0,477% untuk berakhir pada level 1.333,98.

Selanjutnya indeks Hang Seng, Hong Kong cenderung mendatar meskipun hingga sesi sore mendapatkan tambahan mencapai sebesar 80,03 poin atau setara dengan 0,31% hingga menyentuh level 26.227,72. Di sisi lain China pada awal hari mengungkapkan data impor dan ekspor periode Oktober, dimana keduanya menghancurkan ekspektasi analis.

Pasar saham China sedang diawasi ketat oleh investor menyusul hasil pemilu sela AS, meskipun para ahli memperkirakan hasilnya akan berdampak kecil pada perang perdagangan yang sedang berlangsung antar kedua negara. Melihat pasar utama Asia lainnya, indeks Nikkei Jepang melompat 1,82% untuk ditutup pada level 22.486,92.

Sementara indeks Topix mencetak kenaikan sebesar 1,74% dan bertengger ke posisi 1.681,25 hingga sesi penutupan. Penguatan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan lewat penguatan 0,67% untuk berakhir pada level 2.092,63. Indeks patokan Australia, ASX 200 tidak ketinggalan juga lebih tinggi 0,53% menjadi 5.928,2 ditopang sebagian besar sektor mencetak keuntungan di antara saham energi naik 0,49%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak