alexametrics

Bappenas Pede Realisasi Penciptaan Lapangan Kerja Lampaui Target

loading...
Bappenas Pede Realisasi Penciptaan Lapangan Kerja Lampaui Target
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meyakini bahwa pemerintah akan mampu melampaui target Nawacita dalam hal penciptaan lapangan kerja. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meyakini bahwa pemerintah akan mampu melampaui target Nawacita dalam hal penciptaan lapangan kerja. Dalam Nawacita, pemerintah menargetkan akan mampu menciptakan 10 juta kesempatan kerja dalam lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dia menyebutkan, pada 2018 saja pemerintah telah berhasil menciptakan sekitar 2,99 juta kesempatan kerja. Jika dijumlahkan secara total, maka saat ini pemerintah telah berhasil menciptakan 9,4 juta kesempatan kerja.

"2018 disebutkan bahwa penciptaan kesempatan kerja hampir 3 juta atau 2,99 juta. Kalau dijumlah dengan data 2017, 2016 maka totalnya dalam pemerintahan sekarang ini yang tentunya harus refleksikan nawacita, sudah tercipta 9,4 juta kesempatan kerja. Target nawacita 10 juta. Masih ada satu tahun lagi," katanya di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (9/11/2018).



Mantan Menteri Keuangan ini optimis target tersebut akan tercapai, mengingat selisih dari target tersebut hanya sekitar 600 ribu lapangan pekerjaan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pada tahun depan di level 5,3%, maka diperkirakan jumlah kesempatan kerja yang akan tercipta adalah sekitar 2 juta lapangan kerja baru.

"Sehingga target Nawacita dalam kesempatan kerja itu kami optimis akan bisa tercapai. Karena selisihnya sudah tinggal 600 ribu. Perkiraan kami dengan pertumbuhan ekonomi yang disepakati 5,3% tahun depan, itu akan ciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja baru yang akan membuat penciptaan lapangan kerja total di atas Nawacita," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak