alexametrics

Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Rupiah, Pemerintah Butuh Strategi Ini

loading...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Rupiah, Pemerintah Butuh Strategi Ini
Menjaga pertumbuhan ekonomi dan penguatan nilai tukar dinilai membutuhkan strategi dan langkah yang tepat, pemerintah disarankan melakukan ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menjaga pertumbuhan ekonomi dan penguatan nilai tukar dinilai membutuhkan strategi dan langkah yang tepat. Pemerintah disarankan terus berupaya menekan rasio CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) atau DTB ke kisaran 1,9 hingga 2,0% terhadap PDB.

Selain itu juga harus diupayakan menekan defisit neraca perdagangan menjadi lebih rendah. "Lebih bagus lagi apabila bisa surplus. Caranya dorong ekspor sebesar besarnya dan kurangi impor terutama barang barang konsumtif,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BNI Kiryanto di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia juga menambahkan, Bank Indonesia atau BI juga perlu menjaga arah kebijakan moneter yang relatif hawkish dengan spirit menjaga stabilitas ekonomi sebagai tujuan utama. Tapi juga tetap memberikan ruang untuk ekonomi bertumbuh secara berkesinambungan. Tingkat serapan belanja pemerintah pusat dan daerah harus didorong untuk mengimbangi konsumsi rumah tangga yang tumbuh di atas 5%.

“Belanja pemerintah menjadi stimulus ekonomi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran 5,1-5,2% di 2018 ini. Jika upaya-upaya tersebut dilakukan konsisten, kurs nilai tukar bisa menguat dan stabil di kisaran Rp 14.500-Rp 14.800 per USD hingga akhir tahun dan di 2019,” ujarnya.

Sementara Pengamat Ekonomi UGM Muhammad Eddy menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 5.17% masih bisa didorong lebih tinggi lagi dengan dorongan digital. Pemerintahan Jokowi harus konsisten mendorong digitalisasi di seluruh sektor ekonomi. "Tanpa digitalisasi, mustahil mencapai janji kampanye 7%," ujar Eddy.

Digitalisasi yang terkait dengan otomatisasi dan efisiensi sistem birokrasi menjadi syarat mutlak naiknya nilai tambah mesin birokrasi mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya digitalisasi juga harus melibatkan sebanyak mungkin stakeholder pelaku bisnis yang berkolaborasi dan terhubung langsung kepada regulator. "Dengan model bisnis baru ini niscaya dorongan sistem akan mempercepat laju ekonomi," terang dia.

Dan yang terakhir adalah benteng peningkatan kualitas generasi muda di universitas-universitas harus dipersenjatai dengan ilmu, sains, dan keahlian digital terutama yang terkait dengan teknologi machine learning, big-data analytics, blockchain, artificial intelligence dan simulasi dengan virtual reality. "Dengan penguasaan teknologi tinggi, Indonesia akan melompat jauh," paparnya.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak