alexametrics

Penerapan B20 Jadi Kunci Tambal Defisit Transaksi Berjalan

loading...
Penerapan B20 Jadi Kunci Tambal Defisit Transaksi Berjalan
Perluasan penerapan kewajiban pencampuran biodiesel B20 dinilai berpotensi jadi kunci menambal defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) yang masih terjadi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Perluasan penerapan kewajiban pencampuran biodiesel B20 dinilai berpotensi jadi kunci menambal defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) yang masih terjadi hingga kuartal III 2018. Ekonom Indef Bhima Yudisthira menerangkan, penerapan biodiesel B20 bisa menekan laju impor migas yang selalu menjadi penyebab utama melebarnya CAD.

"Jadi kuncinya tekan defisit migas lewat B20, konversi gas bumi menggantikan solar terutama di sektor industri. Selanjutnya dengan mendorong ekspor ke pasar alternatif," ujar Bhima Yudisthira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Selain itu, menurutnya pemerintah juga harus meningkatkan pembangunan infrastruktur di sektor pariwisata. Agar mampu mendongkrak devisa negara dalam menambal CAD yang defisit. "Untuk pariwisata ada di pembangunan infrastruktur, promosi yang tepat sasaran dan peningkatan kualitas SDM," paparnya

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berjanji akan fokus membenahi defisit transaksi berjalan serta menjaga CAD tetap dikelola dengan baik. Pemerintah, juga akan terus berupaya untuk meningkatkan kebijakan dalam mendorong masuknya investasi, dengan demikian diharapkan arus capital inflow bisa lebih banyak.

Bank Indonesia (BI) menyatakan, defisit neraca transaksi pada kuartal III 2018 meningkat sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2018 tercatat sebesar USD8,8 miliar (atau 3,37% PDB), angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan defisit kuartal sebelumnya sebesar USD8,0 miliar (3,02% PDB).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak