alexametrics

Pendiri Thisable Enterprise

Angkie Yudistia Sociopreneur, Menembus Keterbatasan

loading...
Angkie Yudistia Sociopreneur, Menembus Keterbatasan
Angkie Yudistia Sociopreneur, Menembus Keterbatasan. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Angkie Yudistia sudah dikenal khalayak. Publik melihatnya sebagai sosok yang mampu menembus keterbatasan. Ya, keterbatasan justru telah membuatnya melesat jauh demi memberikan manfaat. Bukan cuma untuk diri sendiri, melainkan juga sesama kaum disabilitas dan perempuan Indonesia pada umumnya.

Belum lama ini, Angkie dianugerahi penghargaan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk kategori Tokoh Literasi Komunikasi Sosial. Lagi-lagi, wanita tunarungu ini mampu menembus keterbatasan dalam hal berkomunikasi.

Berkat kemampuannya, negara pun merasa perlu memberikan apresiasi. Apa makna penghargaan tersebut bagi Angkie? Berikut penuturan ibu dua anak itu kepada KORAN SINDO.

Selamat atas penghargaan yang telah Anda raih. Bagaimana kesan Anda?

Saya dipilih sebagai Tokoh Literasi Komunikasi Sosial. Perjalanan panjang untuk menjadi profesional di industri komunikasi tidaklah mudah bagi seorang perempuan berkebutuhan khusus.

Pendidikan saya Komunikasi S-1 dan S-2 di London School of Public Relations, itu adalah langkah panjang lima tahun belajar secara teori, dan diimplementasikan hingga delapan tahun, menjadikan saya bisa berkarya dan berdaya. Saya sangat bangga dengan pencapaian ini, sangat berterima kasih atas apresiasi ini. Sebagai penyandang disabilitas pendengaran, saya telah membuktikannya.

Anda membuat Social Enterprise, Thisable, sejak 2011. Bagaimana perkembangannya?

Alhamdulillah, Thisable Enterprise semakin berkembang dibandingkan beberapa tahun lalu. Sekian lama mencari formula yang tepat, butuh waktu bertahuntahun. Hingga saat ini, Thisable Enterprise berkembang menjadi agent recruitment untuk tenaga kerja disabilitas agar mandiri secara ekonomi.

Sudah berapa banyak penyandang disabilitas yang dibina?

Kami telah melakukan asesmen sebanyak 1.500 lebih data penyandang disabilitas, dibantu oleh Daya Dimensi Indonesia sebagai lembaga konsultan asesmen agar dapat mengetahui kemampuan dari setiap disabilitas. Tujuannya adalah agar calon tenaga kerja ini dapat di-placement sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Apa program Thisable yang terbaru dan bekerja sama dengan siapa?

Dari jumlah asesmen itu, hasilnya adalah 65% kemampuan disabilitas di vokasi dan 35% di profesional/formal. Maka untuk pekerja vokasi/informal, Thisable Enterprise telah bekerja sama sebagai business partner dengan GOLIFE (sister company GO-JEK) untuk penempatan tenaga kerja tunanetra di GO-MASSAGE, tunarungu di GOAUTO dan GO-CLEAN. Lalu untuk pekerja profesional/formal, tunadaksa dan tunanetra ditempatkan di beberapa perusahaan seperti CIMB Niaga, Rabobank, dan PGN MAS.

Bagaimana Anda melihat saudara-saudara disabilitas sekarang dibandingkan pada 2011 saat Anda baru merintis Thisable?

Semakin berkembang mandiri dari tahun ke tahun. Generasi muda semakin muncul dengan kepercayaan diri mereka. Tentu saya bangga. Bahkan, ada talent yang mampu mandiri hingga berhasil membangun rumah tangga dan memiliki rumah sendiri.

Sekarang Anda menjadi sociopreneur yang sukses. Apa kiat sukses Anda?
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak