alexametrics

Modernisasi Pertanian Dibutuhkan Demi Gaet Generasi Muda

loading...
Modernisasi Pertanian Dibutuhkan Demi Gaet Generasi Muda
Sistem pertanian di Indonesia dinilai perlu rumusan perubahan pengelolaan dari selama ini masih mengandalkan cara konvensional ke modernitas demi gaet petani muda. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Optimalisasi mendorong minat dan berperannya generasi muda menekuni sektor pertanian sejauh ini, dinilai sudah cukup bagus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Usaha menuju ke arah itu bisa dicermati dari berbagai program kerja pemerintah yang dinilai sistematis guna menumbuhkan semangat bertani dari generasi muda.

"Walaupun masih perlu terus stimulan, tidak bisa langsung merasa puas dan berhenti begitu saja. Tapi apa yang ingin disasar jelas kok oleh pemerintah ke generasi muda supaya mau terjun ke sektor pertanian," ucap Ketua Umum DPN Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rina Saadah Adisurya di Jakarta.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, sistem pertanian di Indonesia perlu rumusan perubahan pengelolaan dari selama ini masih mengandalkan cara konvensional ke modernitas. Perubahan cara pengelolaan itu tentu bertumpu kepada generasi muda. "Inovasi dan generasi muda di sektor pertanian adalah vital di Indonesia sebab jadi elemen ketahanan pangan," jelasnya.

Terkait usaha dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), guna mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian dianggap memang lebih berbeda dari sebelumnya. "Dari Kementerian Pertanian sudah lebih terbuka. Sudah menggandeng banyak kelompok atau organisasi generasi muda bersama-sama terjun ke sawah membuat berbagai program tani. Supaya kelompok pemuda memahami dan meneruskannya," terang Rina.

Melalui sinergi bersama kelompok generasi muda, ucap Rina, Kementan juga bisa membuka dialog untuk mencapai target produksi tani yang berkualitas serta capaian Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Selain itu, pemerintah juga dipandang tidak mengabaikan pentingnya alat teknologi pertanian yang memang harus menyesuikan perkembangan zaman.

Sehingga generasi muda juga merasa tak canggung untuk terjun bertani. "Diberikannya juga ruang kepada inovator-inovator muda dari kampus untuk berkontribusi melalui penelitian pertanian atau penemuan, itu amat baik ya," kata Rina.

Dari semua itu, Ia berharap pemerintah, khususnya Kementan lebih merinci lagi secara teknis program berkelanjutan guna menyasar generasi muda. Dengan demikian sektor pertanian dapat benar-benar menjadi profesi yang amat mensejahterakan untuk ekonomi negara maupun kehidupan generasi muda ke depannya.

Persoalan menurunnya minat generasi muda menekuni sektor pertanian saat ini dikhawatirkan banyak kalangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, jumlah petani muda kategori di bawah usia 45 tahun hanya berjumlah 3,3 juta orang. Sedangkan survey terakhir 2018 mendata, kelompok petani berusia di atas 45 tahun jumlahnya semakin melonjak 18 persen dari periode sebelumnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak