alexametrics

Harga Minyak Jatuh Setelah Donald Trump Menekan OPEC

loading...
Harga Minyak Jatuh Setelah Donald Trump Menekan OPEC
Harga minyak jatuh setelah Presiden AS Donald Trump menekan OPEC. Foto/CNN
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (13/11/2018), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk tidak mengurangi pasokan demi menopang pasar.

Melansir dari Reuters, tekanan Trump membuat harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 87 sen atau 1,5% menjadi USD59,06 per barel pada pukul 01:15 GMT. Harga minyak Brent International turun 95 sen alias 1,4% menjadi USD69,17 per barel.

Hasil ini membuat harga minyak semakin merugi, dimana sejak awal Oktober telah kehilangan lebih dari 20%. "Produksi minyak AS yang semakin tinggi ditambah Arab Saudi dan Rusia mulai berdampak terhadap harga minyak. Persediaan minyak mentah mulai meningkat lagi," tulis Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan.



Bank of America Merrill Lynch menambahkan bahwa produksi minyak mentah AS kini sudah menembus rekor 11,6 juta barel per hari, dan tahun depan akan mencapai USD12 juta barel per hari.

Berlebihnya pasokan belakangan ini, membuat eksportir minyak mentah terbesar dunia yaitu Arab Saudi menjadi khawatir. Saudi takut terulang kembali jatuhnya harga minyak seperti tahun 2014.

Karena itu, pada Senin kemarin, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan negaranya dan OPEC akan mengurangi pasokan minyak pada tahun depan sekitar 1 juta barel per hari dari tingkat di bulan Oktober. Hal ini demi mencegah kelebihan pasokan.

Langkah Khalid al-Falih untuk memangkas pasokan minyak tidak disukai oleh Presiden AS Donald Trump. "Saya meminta Arab Saudi dan OPEC tidak memangkas produksi minyak. Harga minyak harus jauh lebih rendah berdasarkan pasokan!" kata Trump dalam sebuah posting di Twitter membalas rencana OPEC.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak