alexametrics

Berharap Palapa Ring Hadirkan Peluang Baru di Era Disrupsi Teknologi

loading...
Berharap Palapa Ring Hadirkan Peluang Baru di Era Disrupsi Teknologi
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Suasana di dalam aula gedung Green Office Park (GOP) 9 BSD City cukup "panas". Meski seluruh pendingin udara dinyalakan, tapi tak mengurangi rasa "panas" yang berasal dari semangat ratusan anak muda peserta seminar. Sesi tanya jawab pun disambut antusias anak-anak muda yang hadir. Ronny Gani, Senior Animator Film Avengers: Infinity War, Rini Sugianto, Senior Animator Film The Hobbit: The Desolation of Smaug menjadi pembicara di acara itu.

Juga ada Andre Surya, CG Artist Film Transformers: Revenge of the Fallen dan Denny Ertanto Digital Compositor Film: War for the Planet of The Apes. Acara itu juga menghadirkan lead animator dalam Assassin’s Creed Games, dan Kevin Herjono, ahli special effect dan 3D yang telah menangani berbagai proyek di Hollywood Amerika Serikat seperti film Deadpool, Avengers dan sejumlah film terkenal lainnya.

Antusiasme kalangan muda itu membuktikan bahwa teknologi kini menjadi bagian yang tak terlepaskan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kegiatan itu sendiri dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian kreatif terbesar di Asia. Juga menjadi ajang edukasi dan networking bagi stakeholder industri animasi lokal tentang daya tarik industri animasi digital dan kontribusinya terhadap perekonomian negara di masa depan. Sebab, di era ekonomi baru yang ditandai dengan disrupsi di berbagai bidang ini, menggunakan cara-cara lama dan hanya mengandalkan kekuatan di masa lalu tidak akan cukup.

"Besarnya market digital masyarakat Indonesia saat ini merupakan peluang yang mendukung berkembangnya dunia kreatif digital di Indonesia, khususnya di bidang animasi. Animasi memiliki potensi emas apabila di dukung dengan fasilitas dan edukasi yang memadai," ujar Irawan Harahap, pakar digital yang juga Project Leader Digital Hub sebuah perusahaan swasta nasional.

Era disrupsi teknologi perlu diantisipasi dengan melakukan transformasi digital. Selain itu, inovasi dinilai menjadi kunci agar generasi mendatang bisa mengantisipasi cepatnya perkembangan teknologi. "Inovasi dan dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan peluang baru mengantisipasi era disrupsi teknologi," tegasnya, Kamis (15/11/2018).

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memungkinkan kreasi animasi menjadi lebih canggih dan hidup, menurut tim Research & Markets, tren pasar untuk Global Animation, VFX & Games diproyeksikan akan mencapai USD270 milliar di tahun 2020. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk generasi muda Indonesia mengambil bagian dan berperan dalam industri ini.

"Kami melihat bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi dalam memanfaatkan teknologi untuk sukses dalam kesempatan karir baru seperti dalam bidang animasi, khususnya animasi CGI," kata Rini Hasbi, Consumer Marketing Manager, Intel Asia Pacific and Japan Territory.

Salah satu peserta seminar, Andi Irmansyah mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan adalah akses internet berkecepatan tinggi. "Tentu untuk mendukung kegiatan atau pekerjaan membutukan akses internet yang cepat," tegasnya. Tak hanya di pulau Jawa saja, kata dia, tapi di seluruh Indonesia, mengingat digitalisasi kini sudah mencakup seluruh wilayah Tanah Air.

Andi juga memberikan apresisasi atas upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam membangun Tol Informasi untuk konektivitas di seluruh Indonesia melalui Palapa Ring. "Itu tentu bagus ya, karena kita bisa bekerja dimana saja. Misalnya saat saya bepergian ke Papua atau Maluku, masih bisa akses internet dan bekerja dengan cepat. Tidak seperti sekarang yang kadang jaringan internet sering putus," paparnya.

Yang penting, lanjut dia, tarif internet sama di seluruh Indonesia. "Kalau tarifnya murah di seluruh Indonesia, tentu akan membantu kami-kami yang sedang merintis usaha," harapnya.

Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mewujudkan Nawacita ke-3. Dengan Palapa Ring, pemerintah akan memperkuat daerah-daerah hingga pedesaan dengan jaringan internet berkecapatan tinggi. Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.

Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya. Dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, jumlah wilayah yang sudah disentuh jaringan 4G LTE yakni 423 kabupaten, 5.303 kecamatan dan 61.700 desa.

Pemerintah sendiri menaruh perhatian serius pada disrupsi teknologi yang sedang berlangsung. Apalagi Indonesia juga sudah memasuki era industri 4.0 yang ditandai dengan otomasi, adaptasi teknologi dan peran internet sebagai pendukung utama industri.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai, faktor utama transformasi industri dalam menghadapi era digital bukan pada masalah adopsi teknologi, namun yang paling menentukan adalah perubahan pola pikir.

"Yang mengubah kita adalah pola pikir, setelah mau berubah baru kita cari tools nya, dan teknologi sebagai salah satu opsi. Bukan teknologi yang menjadi patokan kita bertransformasi," jelas Rudiantara saat berbicara dalam Konferensi Inovasi GDP Venture ICON 2018 "Transform Now". Perubahan pola pikir, kata dia, harus disertai dengan kemampuan melihat jauh ke depan. Sehingga, yang dibutuhkan adalah transformasi proses bisnis.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak