alexametrics

OJK Dorong Perusahaan Asuransi Bidik Generasi Milenial

loading...
OJK Dorong Perusahaan Asuransi Bidik Generasi Milenial
Puncak rangkaian kegiatan Insurance Day 2018 digelar di Bandung, pada 17-18 November 2018. Acara tersebut digelar di TSM, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Foto/Arif budianto
A+ A-
BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi membidik generasi milenial, dengan membuat layanan asuransi yang sesuai kebutuhannya. Langkah itu perlu dilakukan mengingat angka penetrasi asuransi di Indonesia masih 3%.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi mengatakan, perusahaan asuransi harus memikirkan bagaimana asuransi bisa menggunakan teknologi sehingga akses semakin mudah.

"Perusahaan asuransi harus melihat, bagaimana minat dan keinginan masyarakat milenial. Bagai manapun mereka adalah potensi kedepan yang harus diharap," jelas Riswinandi saat kegiatan Insurance Day 2018 di Trans Studio Mal (TSM), Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (18/11/2018).

Menurut dia, saat ini ada 137 perusahaan asuransi konvensional di Indonesia. Sebanyak 63 asuransi berbasis syariah, 167 pialang asuransi. Walau pun jumlahnya cukup banyak, di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, total aset asuransi tumbuh 7,8% menjadi Rp677,9 triliun. Pemasukan premi tercatat Rp293,88 triliun atau tumbuh 8,3%.

Selain membidik generasi milenial melalui teknologi, beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah mempermudah aksesibilitas. Karena Indonesia adalah negara kepulauan, perlu dipikirkan bagaimana agar daerah mudah mengakses asuransi.

"Saya kira, kira perlu upaya agresif, karena angka inklusi asuransi kita yang masih rendah. Selanjutnya bagaimana memberi kepercayaan terkait klaim yang oleh masyarakat masih diragukan. Ini harus diyakinkan kepada masyarakat dan paham betul apa yang dia beli," timpal dia.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna mengatakan, jumlah penduduk Indonesia sampai akhir 2018 mencapai lebih dari 265 juta jiwa. Sementara yang memiliki asuransi baru mencapai 1,7 %.

"Jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan opportunity, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia untuk dapat mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Sehingga masyarakat akan sadar pentingnya asuransi untuk memproteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda," papar Dadang.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Insurance Day 2018 telah dimulai pada bulan Oktober 2018 lalu berakhir di Bandung. Bandung sebagai kota tempat berlangsungnya puncak kegiatan Insurance Day 2018.

Selama Kegiatan Insurance Day berlangsung, telah dilaksanakan kegiatan literasi asuransi di 18 kota, dan mendapat pangakuan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Pengakuan itu sebagai kegiatan "Literasi Asuransi Kepada Mahasiswa di Kota Terbanyak" dengan jumlah peserta literasi tercatat sebanyak 6.065 orang.

Ketua Panitia Insurance Day 2018 Yanti Parapat menuturkan, Insurance Day 2018 mengusung tema "Mari Berasuransi". Tema tersebut membawa pesan untuk bersama-sama mengajak masyarakat Indonesia agar lebih mengenal asuransi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan literasi asuransi yang konsisten dan berkelanjutan.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak