alexametrics

WOM Finance Tawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018

loading...
WOM Finance Tawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
Direksi PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk saat melaksanakan Due Diligence Meeting dan Paparan Publik di Jakarta, Rabu (21/11/2018). Foto/Dok.WOM Finance
A+ A-
JAKARTA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) melaksanakan Due Diligence Meeting dan Paparan Publik. Diadakan di Gedung Sentral Senayan 3, Jakarta, acara ini dihadiri oleh jajaran direksi yang memberikan paparan mengenai kinerja perseroan serta fokus dan strategi usaha pada 2019.

Merujuk data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), hingga Juni 2018, penjualan kendaraan bermotor khususnya roda dua di Indonesia mencapai tiga juta unit. Untuk WOM Finance, jumlah pembiayaan kendaraan bermotor telah mencapai 254.000 unit. Tentunya jumlah itu akan semakin bertambah hingga akhir 2018 dengan porsi terbesar berada di pembiayaan motor baru 48% dan pembiayaan multiguna 46%.

Sedangkan penyaluran pembiayaan Perseroan sampai September 2018 sebesar Rp5,5 triliun atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,5 triliun. Kontribusi terbesar untuk penyaluran pembiayaan tersebut berada pada pembiayaan motor baru sebesar Rp3,1 triliun dan pembiayaan multiguna Rp2,1 triliun.



"Total Aset Perseroan sampai dengan bulan September 2018 meningkat menjadi Rp8,9 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya hanya Rp6,9 triliun. Hal ini ditunjang dengan pertumbuhan piutang pembiayaan konsumen naik sebesar 38% dan ekuitas Perseroan per September 2018 mencapai Rp1,1 triliun atau naik 20% dibandingkan periode yang sama di 2017," papar Zacharia Susantadiredja, Direktur Keuangan WOM Finance, Rabu (21/11/2018).

Lebih lanjut dikatakan, total Liabilitas tercatat Rp7,8 triliun atau naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6 triliun. Peningkatan Liabilitas Perseroan pada periode September 2018 didukung oleh peningkatan pinjaman bank sampai September 2018 menjadi Rp4,3 triliun dari Rp2,8 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Lalu pinjaman obligasi sampai September 2018 menjadi Rp3 triliun dari Rp2,7 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Melalui kerja sama yang solid, kepemimpinan yang kuat serta kejelian dalam menentukan strategi disaat melihat peluang, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik dan optimis akan menutup tahun 2018 ini dengan profitabilitas Perseroan yang lebih baik lagi," kata Zacharia.

Seiring pertumbuhannya, sampai akhir September 2018 total pendapatan Perseroan sebesar Rp1,9 triliun atau meningkat 27% dibandingkan periode yang sama di 2017 sebesar Rp1,5 triliun. Lalu pertumbuhan biaya sebesar 24%, di mana di dalamnya juga termasuk pertumbuhan cadangan kerugian penurunan nilai.

Atas pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut, Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp152 miliar. Artinya meningkat 51% pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp101 miliar. "Gearing ratio terjaga pada tingkat 6,14 kali," sebutnya.

Sementara itu, rasio keuangan WOM Finance pada akhir September 2018, antara lain Return on Equity (ROE) mengalami perbaikan sebesar 19,3% dari 15,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya, Return On Asset (ROA) perusahaan juga mengalami perbaikan menjadi 3,1% dari 2,7% pada periode yang sama tahunsebelumnya.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, mengutarakan, kinerja yang positif sampai dengan akhir September 2018 membuktikan Perseroan berhasil mengokohkan eksistensinya dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor dengan kinerja keuangan yang baik dan likuiditas yang sehat.

Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga melakukan Due Diligence Meeting untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018. Obligasi ini nantinya akan ditawarkan dalam 3 (tiga) seri.

Masing-masing Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi, Obligasi Seri B dengan jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal emisi, dan Obligasi Seri C dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal emisi. Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT Bahana Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas (terafiliasi), dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp800 miliar. Itu merupakan bagian dari PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance yang akan diterbitkan dalam beberapa tahap dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp5 triliun. Perseroan sendiri berhasil mendapatkan peringkat AA- (IDN) dari Fitch Ratings Indonesia terkait penerbitan Obligasi ini.

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja untuk pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan multiguna. Masa penawaran awal PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 adalah tanggal 21 November-4 Desember 2018.

Masa Penawaran Umum akan dilakukan pada l 17-18 Desember 2018 dan penjatahan dilakukan pada 19 Desember 2018. "Dengan pengalaman dan track record Perseroan yang teruji, Kami optimis Obligasi ini akan mendapatkan respon yang positif dari investor," tutup Djaja.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak