alexametrics

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Perkasa Iringi Penyusutan Dolar

loading...
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Perkasa Iringi Penyusutan Dolar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (23/11) dibuka perkasa di level Rp14.552/USD mengiringi penyusutan dolar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (23/11/2018) dibuka perkasa untuk mengukuhkan posisi pada zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Tren lonjakan mata uang Garuda mengiringi pergerakan stabil Poundsterling dan euro di tengah penyusutan dolar.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sesi pagi melompat ke level Rp14.552/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus berbalik melawan dibandingkan kemarin yang terparkir Rp14.592/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah pada awal perdagangan meningkat menjadi Rp14.540/USD dari sebelumnya di posisi Rp14.580/USD. Pada sesi akhir pekan, rupiah bergerak di kisaran level Rp14.540 hingga Rp14.556/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini menjaga tren positif saat dibuka di level Rp14.550/USD untuk semakin nyaman melaju dalam zona hijau dibandingkan kemarin Rp14.575/USD. Rupiah terlihat membaik dengan pergerakan harian Rp14.530-Rp14.615/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB meningkat pesat menuju Rp14.560/USD. Posisi ini terapresiasi dari penutupan sebelumnya yang berakhir pada Rp14.670/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, Euro dan sterling stabil terhadap dolar pada hari Jumat setelah Inggris dan Uni Eropa pada prinsipnya setuju untuk menetapkan hubungan masa depan keduanya sebelum pertemuan puncak Minggu, nanti.

Tercatat Euro dan Poundsterling diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Jumat, untuk memperpanjang keuntungan sesi semalam dengan masing-masing bertambah 0,2% dan 0,8%. Sedangkan Indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam versus enam mata uang utama, diperdagangkan sedikit lebih lemah pada posisi 96,5.

Sebagian besar pelemahan tersebut karena kekuatan di euro dan sterling, yang bersama-sama melesat 70% dari indeks. Dolar sendiri telah melemah dalam dua sesi perdagangan berturut-turut dan melemah lebih rendah dari level tertinggi 16 bulan di level 97,69 pada awal bulan ini. Skeptis terhadap dolar muncul seiring kekhawatiran tentang laju kenaikan suku bunga selanjutnya oleh bank sentral AS alias The Fed.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak