alexametrics

Kesepakatan Brexit Bakal Buat Inggris Kehilangan 100 Miliar Pounds

loading...
Kesepakatan Brexit Bakal Buat Inggris Kehilangan 100 Miliar Pounds
Kesepakatan Brexit atau bercerainya Inggris dari Uni Eropa akan membuat Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- harus menelan biaya mencapai 100 miliar poundsterling. Foto/ Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Kesepakatan Brexit atau bercerainya Inggris dari Uni Eropa akan membuat Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- harus menelan biaya mencapai 100 miliar poundsterling pada tahun 2030. Hal ini menurut penelitian yang dilakukan Lembaga Nasional Penelitian Ekonomi dan Sosial (NIESR).

Studi People's Vote yang menginginkan referendum kedua, mengatakan GDP Inggris akan menyusut 3,9% setiap tahun."Ini setara dengan kehilangan hasil ekonomi Wales atau Kota London," kata analis dari NIESR.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond mengklaim bahwa kesepakatan itu lebih baik, daripada tetap tinggal bersama Uni Eropa (UE). Pada akhir pekan kemarin, UE telah memberikan persetujuan hengkangnya Inggris, termasuk 'tagihan perceraian' senilai 39 miliar pounds ditambah hak warganegara dan ‘backstop’ Irlandia yang merupakan cara menjaga perbatasan Irlandia tetap terbuka apabila pembicaraan perdagangan berhenti.



Deklarasi politik terpisah menetapkan kemungkinan hubungan Inggris dan Uni Eropa setelah Brexit dengan menguraikan bagaimana perdagangan Inggris-Uni Eropa akan bekerja. Penelitian NIESR menerapkan skenario Brexit yang berbeda apabila tetap tinggal di Uni Eropa.

Ditemukan bahwa hasil yang disukai pemerintah yang meninggalkan UE pada Maret 2019 dan memasuki periode transisi yang berlangsung hingga Desember 2020 sebelum pindah ke perjanjian perdagangan bebas akan menyebabkan penurunan besar dalam perdagangan dan investasi. Hal ini sebagian besar karena meninggalkan pasar tunggal akan menciptakan "hambatan lebih tinggi" untuk perdagangan jasa, sehingga kurang menarik untuk menjual jasa dari Inggris.

Pada 2030, pada akhir dekade pertama di luar Uni Eropa, penelitian memprediksi hal tersebut akan terjadi. "Ini menghambat investasi di Inggris dan pada akhirnya berarti bahwa pekerja Inggris kurang produktif daripada jika Inggris tetap tinggal di UE," jelasnya.

Penelitian memprediksi empat kemungkinan hasil. Pertama, total perdagangan antara Inggris dengan Uni Eropa akan turun 46%. Kedua, GDP per kapita turun 3% per tahun atau sebesar 1.090 pounds untuk biaya rata-rata orang per tahun pada tingkat inflasi saat ini. Ketiga, investasi langsung asing akan menyusut 21%. Keempat, pendapatan pajak bisa turun 1,5 hingga dua persen setahun atau sekitar 18-23 miliar pounds selama periode tersebut.

Laporan ini juga membuat model alternatif hasil Brexit dengan kemungkinan tetap di Uni Eropa. Hasil menunjukkan, tetap berada dalam Uni Eropa selama masa transisi, atau dikenal dengan solusi backstop Irlandia, akan tetap berdampak hingga 70 miliar pounds per tahun. Masa transisi berlangsung selama 21 bulan yang dimulai dari 29 Maret 2019 hingga akhir 2020 sebelum Inggris meninggalkan blok zona euro sepenuhnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak