alexametrics

Kontrak Baru ADHI hingga Oktober Capai Rp12,3 Triliun

loading...
Kontrak Baru ADHI hingga Oktober Capai Rp12,3 Triliun
Public Expose PT Adhi Karya Tbk di Jakarta, Kamis (29/11/2018). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga Oktober 2018 mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp12,3 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Oktober 2018 ini salah satunya adalah proyek Bendungan di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp127,7 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2018 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89,9% dan properti sebesar 8,6%. Sedangkan sisanya merupakan lini bisnis Iainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah tercatat sebesar 25,6%; BUMN sebesar 27,6%; dan swasta/lainnya sebesar 46,8%. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 61,9%; proyek jalan dan jembatan sebesar 20,8% serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 17,3%.



Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan, dalam sisa tahun ini, perseroan akan mendapatkan tambahan kontrak anyar lainnya senilai Rp12,7 triliun.

"November ini ada kontrak baru yang sudah masuk Rp2,1 triliun tapi belum tercatat. Lalu kami sudah ada pipeline Tol Sigli-Banda Aceh nilainya Rp8,4 triliun, enam ruas tol dalam kota Rp1,4 triliun dan renovasi Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Rp800 miliar. Tiga kontrak itu akan ditandatangani akhir tahun," ujar Entus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2018).

Dengan tambahan senilai Rp12,7 triliun, lanjut dia, tahun ini, perseroan akan mengumpulkan kontrak baru total sebesar Rp25,3 triliun. "Itu melebihi target kontrak baru yang ditetapkan pada tahun ini yakni Rp23,3 triliun," ucapnya.

Mengenai kinerja, hingga September 2018 ADHI membukukan laba bersih sebesar Rp335 miliar, meningkat 63,6% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp205 miliar. Peningkatan laba bersih tersebut didukung dari perolehan pendapatan usaha di September 2018 sebesar Rp9,43 triliun dan perolehan laba kotor sebesar Rp1,48 triliun.

Terkait perkembangan proyek LRT Jabodebek Fase I hingga 16 November 2018 ADHI melaporkan bahwa sesuai penugasan pada Peraturan Presiden No 98/2015 beserta perubahannya, telah dilaksanakan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan (Light Rail Transit/LRT) wilayah Jabodebek tahap I sejak September 2015 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp22,8 triliun yang meliputi Lintas Pelayanan 1: Cawang-Cibubur; Lintas Pelayanan 2: Cawang-Kuningan-Dukuh Atas; dan Lintas Pelayanan 3: Cawang-Bekasi Timur.

Sampai dengan 16 November 2018, perkembangan pelaksanaan pembangunan prasarana LRT wilayah Jabodebek Fase I telah mencapai 49,1%, dimana rincian untuk kemajuan pada setiap lintas pelayanannya adalah Cawang-Cibubur sebesar 71,3%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 37,2% dan Cawang-Bekasi Timur mencapai 41,8%.

"Pelaksanaan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/LRT wilayah Jabodebek Fase I direncanakan selesai pada tahun 2019," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak