alexametrics

IMF-World Bank Meeting Kerek Kunjungan Wisman Oktober Jadi Naik 11,24%

loading...
IMF-World Bank Meeting Kerek Kunjungan Wisman Oktober Jadi Naik 11,24%
BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Oktober 2018 mencapai 1,3 juta orang atau meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Oktober 2018 mencapai 1,3 juta orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 11,24% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, jumlah wisman pada Oktober 2018 sejatinya menurun sekitar 5,74% dibanding September 2018. Hal ini karena faktor musiman (seasonality) dan pergerakan yang sama seperti periode sama tahun sebelumnya.

"Penurunan terbesar terjadi di Bandara Sam Ratulangi Manado. Jadi lebih karena seasonality, pergerakannya sama seperti 2017 pada Oktober agak turun. Kemudian kedua dia Bandara Supadio, Pontianak," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/12/2018).



Namun, jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, jumlah wisman meningkat 11,24% dari 1,16 juta menjadi 1,3 juta. Adapun peningkatan terbesar terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali yang naik sekitar 50.000 wisman.

"Nanti bisa dilihat peningkatan terbesar untuk yoy terjadi di Bandara Ngurah Rai naik 50.000 wisman, dan ini ada kaitannya dengan pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018. Peningkatan terbesar selain di Bali, juga terjadi di Bandara Soetta," imbuh dia.

Dari 1,3 juta wisman, sambung dia, 66% menggunakan angkutan udara, 19% menggunakan angkutan laut dan 15% menggunakan angkutan darat. "Di Ngurah Rai yoy nya naik 11,01% karena ada pertemuan IMF. Meskipun mtm mengalami penurunan karena seasonality. Di Soetta juga mtm turun 2,69% tapi yoy naik 4,87% dengan alasan sama. Djuanda mtm naik 4,07% dan yoy naik 26,45%," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak