alexametrics

Dolar AS Jadi Investor Darling, Rupiah Tumbang ke Rp14.402

loading...
Dolar AS Jadi Investor Darling, Rupiah Tumbang ke Rp14.402
Rupiah hari ini melemah 111 poin ke level Rp14.402 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Gencatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China di akhir pekan lalu, menjadi energi bagi mata uang negara-negara emerging market, termasuk rupiah. Namun adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan masih adanya potensi konflik dagang AS-RRC membuat dolar AS kembali menguat seiring statusnya sebagai safe haven.

Hari ini, Rabu (5/12/2018), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) di indeks Bloomberg, ditutup tumbang 111 poin atau 0,78% ke posisi Rp14.402 per USD, dibandingkan posisi Rp14.291 di Selasa lalu. Rabu ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.362-Rp14.425 per USD.

Layunya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Rabu petang ini. Mata uang kebangaan kita, terdepresiasi 115 poin atau 0,80% ke level Rp14.400 per USD, setelah kemarin ditutup di Rp14.285. Hari ini, rupiah bergerak di level Rp14.288-Rp14.425 per USD.

Rupiah pun menjadi mata uang yang terlemah di Asia pada Rabu ini menurut catatan Bloomberg. Adapun mata uang Asia lainnya yang melemah melawan USD antara lain: Won Korea Selatan -0,77%, dolar Taiwan -0,37%, yuan China -0,36%, peso Filipina -0,33%, rupee India -0,21% dan yen Jepang -0,20%.

Dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan tajinya terhadap sejumlah mata uang pada Rabu ini. Meredanya euforia gencatan konflik dagang AS-China dan risiko perlambatan ekonomi AS seiring jatuhnya imbal hasil obligasi, membuat investor memilih instrumen investasi yang aman. Status dolar AS sebagai safe haven pun menjadi buruan.

Melansir dari Reuters, indeks USD yang mengukur kinerja greenback melawan enam mata uang utama, naik 0,1% menjadi 97,09. Hasil ini membuat USD melemah 0,70% melawan dolar Australia menjadi 0,7286 dan turun tipis 0,07% melawan euro menjadi USD1,1336.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak