alexametrics

Harga Minyak Jatuh Karena Pasar Saham Global Melemah

loading...
Harga Minyak Jatuh Karena Pasar Saham Global Melemah
Harga minyak jatuh akibat melemahnya pasar saham global. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah jatuh akibat lemahnya pasar saham global pada Kamis (6/12/2018). Kejatuhan harga minyak ini merupakan salah satu pembicaraan penting menjelang pertemuan OPEC di Wina, Austria. Organisasi berencana memangkas pasokan demi mengembalikan harga minyak yang telah tergerus 30% sejak Oktober.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun 23 sen alias 0,4% menjadi USD52,66 per barel pada pukul 01:40 GMT. Harga minyak mentah Brent International turun 7 sen atau 0,1% ke level USD61,49 per barel.

Para pedagang mengatakan harga minyak tertekan akibat pasar keuangan global yang melemah sehingga membuat pasar saham dunia jatuh pada Kamis ini. Hal ini menambah nelangsa bagi pasar minyak, dimana sejak awal Oktober, harga si emas hitam kehilangan 30% dari nilainya. Harga minyak jatuh karena kelebihan pasokan.

Kini, pasar mencermati pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak yang akan berlangsung di markas besarnya, Wina, Austria, pada Kamis ini untuk memutuskan kebijakan produksinya.

Sebelumnya, OPEC telah meningkatkan produksi minyaknya sejak medio 2018 sebesar 4,1% menjadi 33,31 juta barel per hari. Dan gabungan OPEC, Rusia dan Amerika Serikat telah meningkatkan produksi minyaknya menjadi 56,38 juta barel per hari, memenuhi 60% dari konsumsi minyak global.

Akibat produksi besar-besaran itu, kini OPEC dan anggota non OPEC yaitu Rusia ingin memulihkan harga. Pedagang berharap pemangkasan produksi tersebut dapat disetujui dalam rapat.

"Kami yakin pasar akan sepakar memotong produksi dengan kisaran 1 juta hingga 1,3 juta barel per hari," tulis ANZ Bank di Singapura.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak