alexametrics

Siap-siap Bunga KPR Naik Tahun Depan

loading...
Siap-siap Bunga KPR Naik Tahun Depan
Ilustrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Bagi masyarakat yang mau membeli properti maka bersiap-siap karena bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) naik tahun depan. Kenaikan ini menyusul langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI 7 Days Reverse Repo Rate.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan suku bunga BI akan kembali naik tahun depan hingga 6,5%. Kendati demikian, penyesuaian ke KPR tidak sampai diatas 10%.

"Suku bunga saat ini 6%, diperkirakan naik jadi 6,5% tahun depan. Tapi KPR tidak agresif seperti kenaikan suku bunga BI. KPR perbankan tidak sampai dua digit, tidak sebesar itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut Andry, naiknya bunga KPR tidak berpengaruh ke pembelian properti karena masih banyak backlog. Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan masih memimpin mayoritas belum memiliki rumah.

"Berdasarkan pulau ya tiga ini. Sehingga, potensi bisnis di tiga pulau itu terutama Pulau Jawa masih besar," katanya.

Selain itu, lanjut Andry, perkembangan kredit properti juga semakin naik terus. Perbankan disebutnya fokus mendorong penyaluran pembiayaan di sektor konsumer.

"Banyak promo penyaluran KPR tersebut. Namun, untuk apartemen masih 51% apartemen dan sistem pengembalian properti 72% dari non FLPP, KPR masih jadi yang utama buat perbankan," katanya.

Sementara itu, dilihatnya perbankan memiliki rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang rendah untuk KPR. Beberapa daerah rendah NPL-nya seperti di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Nilai kreditnya yang besar di Jawa Barat Rp88 triliun, terus ada DKI Jakarta untuk penyaluran kredit baru. Di Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan penyaluran kredit besar, NPL masih dijaga," tutur Andry.

Sedangkandi daerah lain seperti Sumatra dan Kalimantan, menurut Andry masih bisa tumbuh. Syaratnya, harga komoditas membaik, terutama di Sumatra.

"Harga minyak naik, tapi CPO dan karet turun. Harga batubara naik, tapi sekarang turun lagi," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak