alexametrics

IHSG Ditutup Terdepresiasi 17,63 Poin

loading...
IHSG Ditutup Terdepresiasi 17,63 Poin
IHSG ditutup memerah sebesar 17,63 poin atau 0,29% ke level 6.115,49. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (6/12/2018) ditutup memerah sebesar 17,63 poin atau 0,29% ke level 6.115,49.

Pagi tadi, IHSG dibuka melemah 38,11 atau 0,62% ke posisi 6.095,01. Indeks melemah merespons kejatuhan rupiah. Kamis ini, indeks diperdagangkan di level 6.086,13-6.131,63.

Tujuh dari 10 indeks sektoral melemah, dengan aneka industri -2,39%, perkebunan -1,33% dan properti -1,30%. Penguatan paling besar terjadi pada industri dasar +0,25%.

Dari 578 saham yang diperdagangkan, 279 turun, 140 tetap dan 159 menguat. Nilai transaksi saham sebesar Rp8,44 triliun dari 9,94 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -406,70 miliar dengan aksi jual asing Rp2,84 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,43 triliun.

Senada, ekuitas Asia pada Kamis ini ditutup melemah merespons penangkapan CFO Huawai Meng Wanzhou di Kanada, dimana investor melihatnya sebagai bagian dari perang ekonomi antara Amerika Serikat dan China.

Penahanan tersebut akan berpengaruh pada suplai komponen telepon seluler dan industri, sehingga memicu aksi jual di sektor teknologi komunikasi yang membebani pasar saham Asia. Melansir dari CNBC, Nikkei 225 Jepang turun 417,71 poin atau 1,91% ke 21.501,62.

Di Korea Selatan, Kospi kehilangan 32,62 poin atau 1,55% menjadi 2.068,69. Taiex Taiwan melemah 232,02 poin atau 2,34% menjadi 9.684,72. ASX Australia turun 10,7 poin atau 0,19% ke level 5.657,70, menyusul laporan penurunan neraca perdagangan di bulan Oktober.

Pasar saham China yang paling terguncang dengan Shanghai jatuh 44,62 poin atau 1,68% ke level 2.605,18, Shenzhen tergerus 30,02 poin atau 2,17% menjadi 1.350,75 dan Hang Seng Hong Kong ambruk 2,47% ke level 26.156,38.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak