alexametrics

Tertunduk ke Rp14.520, Rupiah Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia

loading...
Tertunduk ke Rp14.520, Rupiah Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia
Rupiah tertunduk 117 poin atau 0,82% ke level Rp14.520 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kasus penangkapan CFO Huawei, Meng Wanzhou di Kanada, terkait pelanggaran sanksi AS mendorong kekhawatiran soal perang ekonomi antara Amerika Serikat dengan China. Investor pun membuang aset-aset berisiko dan meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven.

Kondisi tersebut membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (6/12/2018) terjungkal di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat mata uang NKRI tertunduk 117 poin atau 0,82% ke level Rp14.520 per USD.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 80 poin ke level Rp14.482 per USD, berbanding level Rp14.402 per USD pada Rabu sebelumnya. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.482-Rp14.570 per USD.

Kejatuhan sebesar 0,82% membuat rupiah menjadi mata uang terburuk di Asia pada Kamis ini. Catatan Bloomberg, won Korea Selatan -0,61% ke level 1.120, rupee India -0,50% menjadi 70,81, yuan China -0,48% menjadi 6,890 dan dolar Singapura -0,29% ke level 1,3709. Adapun yen Jepang menguat 0,43% menjadi 112,70.

Senada, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada Kamis petang ini melemah 125 poin atau 0,87% menjadi Rp14.515 per USD, berbanding Rabu lalu di Rp14.390 per USD. Hari ini rupiah diperdagangkan di Rp14.290-Rp14.565 per USD.

Sementara itu, melansir dari Reuters, dengan meningkatkan kekhawatiran masih adanya perang dagang AS-RRC membuat permintaan USD sebagai safe haven menguat, begitu pula dengan yen Jepang. Indeks USD terhadap enam mata uang saingan utama naik 0,2% menjadi 97,202.

"Penangkapan tersebut bisa menganggu keberhasilan pembicaraan perdagangan. Ini membuat investor menghindari aset berisiko dan memilih aset mata uang safe haven," tulis Esther Maria Reichelt, ahli strategi valuta asing di Commerzbank Frankfurt.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak