alexametrics

Sektor Properti dan Ritel Diperkirakan Bangkit Tahun Depan

loading...
Sektor Properti dan Ritel Diperkirakan Bangkit Tahun Depan
Sektor properti dan ritel diiperkirakan kembali tumbuh tahun depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Sektor properti dan ritel Indonesia diperkirakan bangkit pada tahun depan. Saat ini diakui pertumbuhan sektor properti dan ritel masih rendah. Bahkan, beberapa merek ritel Tanah Air mencatat penjualan minus.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, penjualan ritel seperti supermarket Ramayana dan Ace Hardware tercatat turun. Keduanya hingga kuartal III/2018 mencatat penjualan turun 16,3% dan 5,6%.

"Sektor ritel sampai 5% termasuk juga dengan properti. Menurut kami sampai 5% akan terjadi 2019," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, rendahnya pertumbuhan sektor ritel dan properti Indonesia disebabkan minimnya minat belanja masyarakat kelas menengah bawah. Namun, tidak berlaku untuk kelas menengah atas.

"Mereka punya uang, mau spending, tinggal masalah kepercayaan diri. Kalau yakin ekonomi, sosial, politik aman, mereka mau spending," katanya.

Kendati demikian, tantangan ini diyakininya bisa diselesaikan oleh pemerintah. Diperkirakan tahun depan semua spending bisa membaik yang pada akhirnya mendorong sektor properti.

"Sektor properti menurut hitungan kami, masih tinggi potensinya itu memang hingga Rp500 juta masih relatif disukai. Tapi di atas Rp2 miliar misalnya waktu tunggunya untuk jual memang menurut kami masih akan lebih lama," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak