alexametrics

Tingkatkan Perekonomian, Pariwisata dan Properti Harus Jadi Prioritas

loading...
Tingkatkan Perekonomian, Pariwisata dan Properti Harus Jadi Prioritas
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjadi pembicara dalam World Congress International FIABCI 2018 di Bali, Kamis (6/12/2018). HT mendorong tumbuhnya properti dan pariwisata. Foto/Istimewa
A+ A-
NUSA DUA - Real Estate Indonesia (REI) menjadi tuan rumah World Congress International FIABCI (The International Real Estate Federation) 2018 di Nusa Dua, Bali, 4-9 Desember 2018. Acara ini dihadiri perwakilan dari 70 negara anggota FIABCI. Acara tersebut didahului dengan Rakernas REI.

Pertemuan internasional ini mendapat tanggapan positif dari Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT), yang menjadi salah satu pembicara dari Indonesia. “Ajang tahunan ini menjadi starting point yang positif bagi Indonesia dalam meningkatkan kepercayaan para investor terutama di sektor properti dan pariwisata,” kata HT dalam presentasinya, Kamis (6/12/2018).

HT mengatakan, properti dan pariwisata bisa maju bersama-sama mengingat kedua sektor tersebut sangat penting bagi perekonomian dalam negeri. Ia juga memastikan MNC Group membuka diri kepada para investor asing dan siap berkolaborasi dengan perusahaan yang tengah membangun proyek di Lido dan Bali.

Lebih lanjut HT menjelaskan, pariwisata menjadi penting bagi pondasi ekonomi karena mendatangkan devisa yang tidak sedikit. Wisatawan yang berkunjung ke Indonesia juga selalu bertambah setiap tahun. Tercatat pada 2017 turis yang datang ke Indonesia mencapai 16 juta orang, sebanyak 40% pergi ke Bali dan 30% Jakarta.

“Turis yang ke Bali bisa mencapai 6-7 juta orang, namun kita masih kalah dengan Thailand yang sanggup mendatangkan 16-17 juta orang ke Phuket setiap tahunnya. Gap-nya cukup banyak sehingga ini perlu perhatian dan strategi matang untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

HT menuturkan, pariwisata dan properti harus didukung dan jadi sektor andalan Indonesia di masa kini dan datang. “Saya sangat sarankan dua sektor ini menjadi. Kemarin saya bertemu Presiden Jokowi dan Beliau sepakat bahwa sektor properti dan pariwisata akan diperhatikan dan ditingkatkan perkembangannya,” jelasnya.

Apalagi properti dan pariwisata sejatinya merupakan sektor penting bagi perekonomian nasional. Keduanya dapat menjadi pondasi ekonomi karena memanfaatkan banyak lapisan masyarakat dan menghasilkan lapangan pekerjaan baru.

“Tenaga kerjanya luar biasa dan tentu saja komitmen pemerintah untuk mendukung hal tersebut agar tercipta sumber penghasilan baru. Karena banyak pekerjaan yang akan diciptakan. Mulai dari tukang pasir, furniture hingga batu bata untuk properti, usaha kuliner hingga hotel di sekitar area wisata,” imbuhnya.

Untuk mendukung program pemerintah, MNC Group tengah fokus mengembangkan berbagai proyek properti dan pariwisata. Misalnya membangun resort seluas 100 hektare yang mencakup hotel, vila, club, dan lapangan golf di area sekitar Tanah Lot, Bali. Di Lido, Kabupaten Bogor juga sama dikembangkan sebagai integrated resort yang mencakup semua hal.

Basic-nya adalah entertainment, terutama di Lido dan Bali. Intinya satu kawasan yang dibangun untuk memajukan perekonomian, mendatangkan devisa dan dapat dibanggakan oleh masyarakat kepada dunia,” tandasnya.

Fokus Pada Tiga Hal

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, acara FIABCI di Bali kali ini memiliki tiga buah tema. Pertama, affordable housing and tourism development. Dalam hal ini FIABCI peduli terhadap dua pertiga penduduk dunia yang masih miskin dan berpenghasilan rendah, makanya REI menyodorkan topik affordable housing atau rumah sederhana bersubsidi.

“Tema kedua, yaitu tourism development. Nantinya para peserta akan membahas tentang potensi pariwisata daerah di Indonesia,” kata Soelaeman.

Diharapkan pengembang yang berminat bisa merealisasikan rencananya melalui ajang tersebut. "Jadi, pada acara ini kami tonjolkan potensi daerah. Kami juga mengundang pengembang yang minat di pariwisata," tuturnya.

Ketiga, investor meeting atau dikenal dengan business to business meeting. “Ada sekitar 35 perusahaan real estate yang hadir dalam pertemuan dan menawarkan proyek investasi bernilai hampir Rp35 triliun,” ujarnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak