alexametrics

Indonesia Butuh Sistem Keamanan dan Keselamatan Umum Terintegrasi

loading...
Indonesia Butuh Sistem Keamanan dan Keselamatan Umum Terintegrasi
Public Safety Indonesia Forum yang digelar PT Adhouse Clarion Events di Jakarta, Jumat (7/12/2018). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan ekonomi ketujuh terbesar dunia pada 2030 mendatang, didukung oleh populasinya yang besar. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat itu, salah satu strategi yang diambil pemerintah adalah dengan fokus pada pembangunan infrastruktur umum.

Namun, diakui bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Diperlukan juga pembangunan dari aspek lainnya untuk menyeimbangkan pertumbuhan di bidang ekonomi.

"Salah satu faktor yang berpengaruh adalah stabilitas keamanan publik," ungkap President Director PT Adhouse Clarion Events Toerangga Putra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018).

Dengan makin pesatnya pembangunan yang ada, lanjut Toerangga, masyarakat membutuhkan sistem keamanan dan keselamatan umum yang lebih terintegrasi. Namun, tegas dia, tugas memelihara keamanan dan menjaga ketertiban bukanlah tugas yang mudah dan menjadi tanggung jawab bersama.

Terkait dengan itu, PT Adhouse Clarion Events bersama dengan Divisi Humas Polri dan didukung oleh Asosiasi Industri System Keamanan Indonesia (asikindo), Asosiasi Pengusaha Teknologi Informatika Nasional (Aptiknas), American Society for Industrial Security (ASIS), Asosiasi System Integrator dan Security Indonesia (Asisindo), Building Engineer Association (BEA), Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Ikatan Engineers Indonesia (Ikei) mencoba mengambil peran untuk menjembatani tercapainya sistem keamanan publik yang lebih aman dan sistematis melalui sebuah event yang dinamai Public Safety Indonesia.

Gelaran yang akan diadakan pada tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2019 mendatang itu mencakup tiga kegiatan yaitu Police Leadership Forum and Congress, Public Safety Indonesia Conference, dan pameran.

Pameran Public Safety Indonesia yang akan berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada infrastruktur fisik, peralatan keamanan siber, serta layanan jasa keamanan dari perusahaan dalam dan luar negeri.

"Harapan dari kegiatan adalah dapat menjadi sarana akses dan pertemuan berbagai merek terkemuka di bidang public safety dan sistem integrator domestik bagi para tamu undangan VIP dan perwakilan dari Polri," paparnya.

Police Leadership Forum and Congress ini merupakan acara yang didedikasikan khusus bagi Polri, garda terdepan nasional dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban publik. Acara yang akan berlangsung satu hari ini akan dihadiri oleh pimpinan Polri dan pejabat kunci pemerintah Indonesia sebagai pembicara, dan para pemimpin regional Polri selaku delegasi.

"Kami berharap acara ini dapat menjadi acara tahunan di mana para pemimpin nasional dan regional dapat bertemu dan berdiskusi tentang isu-isu kunci yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan publik Indonesia," tambahnya.

Kemudian di hari kedua dan ketiga, akan diadakan konferensi dengan pembicara dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya Polri, pemerintah pusat dan provinsi, serta para profesional di bidang keamanan publik.

Dalam rangka memperkenalkan event Public Safety Indonesia kepada masyarakat, PT Adhouse Clarion Events hari ini mengadakan kegiatan Public Safety Indonesia Forum sebagai sarana untuk berdiskusi bagi berbagai pihak dalam rangka berperan serta untuk meningkatkan stabilitas keamanan umum di Indonesia.

Public Safety Indonesia Forum ini, kata Toerangga, memaparkan bagaimana strategi mereka dalam menghadapi tantangan terkait keamanan publik di bidang mereka masing-masing, dalam rangka berpartisipasi untuk meningkatkan dan menjaga keamanan publik di Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan tema besar kegiatan Public Safety Indonesia yaitu Strengthening through Collaboration," pungkasnya.
(fjo)
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak