alexametrics

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Raih Predikat Terbaik

loading...
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Raih Predikat Terbaik
Terminal 3 Bandara Internasional Sukarno-Hatta meraih predikat sebagai bandara/terminal terbaik di Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan sebagai Bandara Terbaik versi Majalah Bandara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyisihkan sebanyak 103 bandara (105 terminal), terdiri dari 13 bandara Angkasa Pura I, 15 bandara Angkasa Pura II, dan 75 bandara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kelas I, II, III dan bandara khusus yang melayani penerbangan perintis.

Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dinilai terpisah untuk masing-masing terminalnya, karena mempertimbangkan jumlah pergerakan penumpang yang besar.

"Bandara Terbaik diraih oleh T3, tapi peningkatan fasilitas, pelayanan dan infrastruktur akan terus dilakukan," ujar President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/12/2018).



Peningkatan fasilitas infrastruktur serta pelayanan terus dilakukan khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa diantaranya adalah revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, pembangunan east-cross taxiway dan runway ketiga untuk meningkatkan kapasitas di sisi udara dan juga di sisi darat.

Selanjutnya, bentuk lain peningkatan infrastruktur yang terus dilakukan oleh Angkasa Pura II ialah rencana pembangunan Terminal 4 (T4) yang memiliki kapasitas mencapai 40 juta penumpang. Secara keseluruhan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta nantinya akan memiliki kapasitas sebanyak 110 juta penumpang.

Ke depannya Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengusung konsep Smart Connected Airport dimana nantinya terminal-terminalnya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas berteknologi terkini yang meliputi konsep Smart Mobility, Smart Security dan Smart Environment.

Untuk fasilitas konsep Smart Mobility, pada 2019 akan dilakukan otomatisasi Skytrain dimana serta peningkatan tunggu (headway) menjadi hanya 5 menit, implementasi self check-in counter, self baggage drop, self boarding gate, penggunaan Internet of Things (IoT) dan fasilitas lainnya dimana arus proses para penumpang di bandara dapat dilakukan secara mandiri.

Dari sisi operasional, peroperasian penuh dari Airport Operation Control Center (AOCC) dengan konsep Airport Collaboration Decision Making (ACDM) sebagai wadah koordinasi antarpemangku kepentingan bandara akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi operasional bandara.

Selanjutnya, melalui konsep Smart Environment bandara akan mengusung konsep Ecogreen Airport dengan Intelligent Building Management System (IBMS), penggunaan bus listrik serta penggunaan solar panel yang mendukung penggunaan energi baru dan terbarukan.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak